Well, seperti yang sudah gue janjikan sebelum
meninggalkan Pondok, gue akan membeberkan sebagian besar kepribadian anak
pondok yang harus gue akui, sangat beragam (dengan kata lain: sinting).
Silahkan anda membaca hasil observasi ini dengan suasana seperti wawancara di
acara Reportase Investigasi (suara disamarkan)….
Odji
Yeah inilah gue, makhluk tampan yang bernama asli
Oberheim Zildjian Harahap. Gue baru tau arti nama gue saat gue belajar Bahasa
Jerman saat SMA yang berarti Ober: Pelayan dan Heim: adalah pelafalan dalam
bahasa Jerman untuk “Home” yang artinya rumah. Jadi, arti nama gue adalah:
Pelayan Rumah…. Secara tidak langsung gue menjadi TKI illegal di tanah
kelahiran gue sendiri -_- (pelajaran hari ini: Jangan pernah memberikan anak
anda nama yang kedengerannya keren tapi ga tau artinya).
Gue selalu kena tilang karena kecepatan berbicara yang
melewati batas normal. Gue juga merupakan orang yang sangat niat kalo mau
iseng. Sebagai contoh, baru-baru ini gue iseng mencoba diam seharian tidak berbicara
di lingkungan pondok dengan tujuan membuat semua anak pondok terheran-heran.
Dan gue berhasil, karena gue yang biasanya paling petakilan malah
jadi pendiam, dan gue hanya terkekeh dalam hati. Gue gak akan heran kalau
tiba-tiba ada isu-isu aneh yang menyebar di lingkungan pondok… “Kayaknya Odji
lagi ada masalah keluarga, deh… Mungkin Odji lagi bad
mood kali… Odji sepertinya sedih dan putus asa mau
meninggalkan Pondok… Odji kayaknya abis diculik alien dan diperkosa… dst.”.
Yasril
Inilah manusia yang saat gue Abadan menjabat
sebagai ketua PS (Pengurus Siswa). Sebagai mantan murid IPA saat SMA membuat
orang ini sangat menggunakan logika dalam pikirannya. Apakah dia menghubungkan
Hukum Archimedes di saat ada siswa kena kasus keluar tanpa izin? Wallahua’lam.
Orang ini juga menjunjung tinggi filosofi “Cobalah
berpikir ringan, jangan berpikir berat-berat.” Sehingga tidak heran jika hampir
setiap pagi, rohnya menjadi “ringan” dan melayang-layang membuat dia tewas
terkapar di kamar. Ya, orang ini sangat rentan penyakit. Dia sangat lemah
dengan MSG dalam bentuk apapun seperti Mie Instan, soft
drink, bumbu penyedap dll. Tetapi dia sudah mendapat
gelar Maestro dalam
bidang meracik kopi. Sehingga karena dia lah, dalam agenda PS ada acara tidak
tetap untuk “Mengoplos Kopi Sampai Mabok”. Dan karena dia juga gue jadi
kecanduan kopi, dan mata gue sering capek.... “Kamu harus bertanggung jawab,
Mas... Ini benih mu.... (ngelus perut)”. Orang ini juga suka mendefinisikan
seseorang dengan golongan darah. Dia berkata: “Golongan darah A itu orangnya
rajin, suka kebersihan... pokoknya ga betah deh kotor dikit...”. Lalu saat dia
melihat gue yang bergolongan darah A, dia terdiam. Tampaknya dia harus merombak
definisi golongan darah tersebut.
Dodo
Makhluk satu ini bisa dibilang unik karena wajahnya yang
bisa dimirip-miripin sama tokoh kartun. Mukanya terkadang bisa mirip Shinchan
karena alisnya yang tebal, saat dia senyum bisa mirip T-Rex di kartun “Land
Before Time”, tetapi potongan rambutnya sekilas kaya Chibi Maruko Chan, dan
kalo dia pake kacamata malah mirip Ultraman. Subhanallah,
Allah bisa menciptakan makhluk ini. Walaupun begitu, orang ini bisa dibilang
cukup pede (istilah kedokterannya: Urat Malu Putus) dan gokil.
Dia sangat suka musik aliran dubstep.
Ma huwa dubstep? (Apa itu dubstep?)
Jika anda tidak tahu apa itu musik dubstep, bayangkan
saja Optimus Prime dan Megatron bertarung dalam pertengkaran suami-istri (SFX: bbbzzztt
bbzzzt, psyyioouu.... twoeeng twoeeng paaank kroaank kroaaank...). Dia juga
mempunyai rekor mandi tercepat. Ada isu mengatakan bahwa step
by step cara dia mandi adalah: Campur air di
gayung dengan sabun dan shampoo. Guyur air tersebut di lantai. Kemudian,
bergulinglah di lantai dengan khusyu’ dan
niat karena Allah. Basuh badan anda lalu keringkan dengan handuk. Orang ini
juga tidak suka dengan tomat, keju dan susu murni, yang mana merupakan bahan
makanan yang umum di Eropa. Gue menganalisis mungkin jika dia mengkonsumsi
bahan-bahan tersebut mengingatkan dia akan kehidupannya di saat zaman penjajahan
Belanda, yang mana dia harus bisa bertahan hidup hanya dengan makan sendal
bakar dan triplek rebus (Emang umur dia berapa??). Memiliki standar penilaian
yang mana jika bagus dia akan mengatakan “Ekstrem!” dan kalau jelek dia akan
mengatakan “Payaah!!”. Cukup simpel.
Mansyur
Bernama asli Abdullah Mansyur dan berasal dari Tanjung
Priok. Entah memang dari lahir atau terlalu banyak mengkonsumsi air yang
mengandung limbah dari Priok membuat sikap dia sedikit koplak. Dibalik wajah
polosnya dan mata sipitnya, tersimpan ide gila. Oleh karena itu, saat ngecengin
orang, dialah yang paling punya banyak bahan untuk menghina. Sehingga
seandainya anda menjadi korban ceng-an, bisa dipastikan akan bertahan lama.
Mansyur juga termasuk orang yang gaptek. Jika dia melihat sesuatu yang
mengagumkan, dia akan berkata “Hmmm, bener-bener… tekhnologi.. (dengan lafadz
“kh” yang ditekan”)”.
Layaknya Superman yang lemah dengan Kryptonite,
Mansyur sangat lemah dengan sayur. Saat dia makan sayur (terutama toge),
seketika juga alat pencernaan dia tidak berfungsi, napasnya megap-megap,
jantung berdebar, mata merem melek, dan dia langsung kena menstruasi....
Ekstrem. Paling lemah sama wanita, terutama wanita jadi-jadian (Well, mayoritas
laki-laki normal sih begitu). Menjabat sebagai sekretaris PS tidak membuat dia
jadi ahli menulis. Saat anda membaca buku musyawarah PS, bisa dipastikan anda
tidak akan mengerti sebenarnya apa yang PS musyawarahkan (karena tulisannya
yang mayoritas tidak nyambung). Dia juga paling males kalo dibangunin pertama
saat apel malem, bahkan dia bela-belain menyiasati tidur dengan minjem jaket
orang lain sehingga tidak dikenali. Sangat menyukai gaya band metal zaman
sekarang, tapi lagu yang dia suka macam lagunya Nike Ardila. Alhasil, jadilah
kolaborasi aneh antara headbang sambil
dia nyanyi “Malam malam aku sendiri... tanpa cinta mu lagi... ohhh oh ho ho
ho....”.
Miko
Bisa dibilang, orang ini memiliki bakat untuk jadi
pembunuh berantai. Berkat acara “Mengoplos Kopi Sampai Mabok” potensinya
menjadi serial killer perlahan
mulai bangkit. Terbukti saat gue dan yang lain mencoba eksperimen mencampur
berbagai kopi instan, dan hasilnya terbukti enak, (walaupun bikin alat
pencernaan menjadi tidak berfungsi secara optimal) sedangkan Miko saat mencoba
membuat seperti kita, hasilnya adalah? Jadilah “Baygon Shake With Arsenik ala
Palembang”. Anjrit, rasanya aneh banget. Hanya setetes, bisa membuat gue
melupakan segala rasa enak kopi sebelumnya. Saat gue melihat kopi tersebut
(yang walaupun lebih pantas disebut “Sari Keringat Monster Berketek Delapan”
daripada gue sebut “kopi”), gue sekilas bisa melihat gambaran neraka di
dalamnya. Pintu neraka terbuka, orang-orang Kafir dan Munafik diseret dan
disiksa di dalamnya, terdengar jerit tangis. Horror.
Udin
Nama lengkapnya Syaifudin. Menjabat sebagai Penerobos di
PS. Orangnya bisa dibilang pendiam. Orang ini juga kadang-kadang suka melihat
gue dengan tatapan kosong. Lalu gue ingat ada penelitian memaparkan “Jika ada
seseorang melihat mu lebih dari 3 detik tanpa berbicara, kemungkinannya ada
dua. Pertama dia jatuh cinta padamu, atau dia ingin membunuhmu”. Well, kedua
kemungkinan tersebut sama buruknya. (Maho juga pilih-pilih kali...)
Orang ini adalah orang yang paling yakin di PS. Kenapa?
Karena hampir dalam setiap kalimat yang dia katakan, ada kata “yakin”-nya.
Sebagai contoh: “Yakin, tadi saya abis dari masjid saya ketemu si anu...” atau
“Yakin, saya tadi ngaji ngantuk banget...”. Oleh karena itu, saat PS harus
memutuskan sesuatu yang rumit, salah satu dari mereka akan berkata “Sebentar,
kita tanyakan Udin dulu. Udin, kamu yakin gak dengan pilihan ini?”. Selain
orang yang paling “yakin”, Udin juga seperti orang yang jualan barang KW.
Karena, hampir di setiap kalimat yang dia katakan ada kata “asli”. Seakan
berusaha meyakinkan pembeli, Udin seraya berkata: “ Asli, bu! Ini barang bagus!
Asli!! Yakin deh saya...”.
Hubban
Nama lengkapnya Hubban Mukholadun Ismail. Pertama kali
gue melihat wajah dia, gue langsung teringat akan tokoh Sid, seekor kukang di
Film Ice Age. Ditambah dengan sifatnya yang kadang-kadang males membuat dia
semakin mirip kukang. Tubuhnya yang sangat gemulai itu pernah dia manfaatkan
dengan menari pole dance yang
gue akui, mirip banget cewe. Orang-orang seketika nyiapin saweran dan berharap,
jangan sampai Hubban termotivasi untuk menari Strip Tease.
Hubban juga punya sensor ultrasonik terhadap makanan. Dan sialnya itu makanan
yang enak. Dan lebih sialnya lagi itu makanan punya orang lain.
Hubban sering nantangin Miko tanpa mengerti apa
akibatnya. Hubban juga sangat takut dengan kegelapan, atau lebih tepatnya dia
takut pada imajinasinya sendiri. Jujur, orang ini memiliki imajinasi yang
terkadang tidak rasional. Apalagi ketika gue ngobrol sama dia, bisa makin
ngalor ngidul. Bisa saja yang dari topik awal adalah “Bagaimana Membuat
Generasi Muda Indonesia Menjadi Lebih Baik” seketika saja mental ke topik
“Apakah Benar Patrick dan Spongebob itu Homo?”. Pertama kali gue tahu bahwa
Hubban takut dengan kegelapan adalah saat mati lampu saat acara ngaji. Gue
iseng ngejar-ngejar Hubban, dan reaksinya di luar prediksi gue. Hubban
histeris, lari-lari jumpalitan guling-guling sambil merengek “Ji... gyaa udah
ji, udah... Apaan tuh!? Hogyaaa...!!”. Mungkin saat itu dia membayangkan sedang
dikejar zombie yang tidak pernah pakai Rexona semasa hidupnya. Men, horror abis..
Aziz
Aziz adalah partner Hubban yang dulu menjadi sekretariat.
Tinggal berdua saja dalam kamar sekretariat yang agak terpencil di lantai 3
asrama membuat murid pondok curiga “Sudah sampai manakah kegiatan bulan madu
mereka? Hmmmm.., kita lihat siapa yang buncit duluan...”. Sering dipanggil
dengan nama Kiwil karena gaya ketawanya yang mirip sekali dengan Kiwil.
Bukannya menghina, tapi menurut penilaian gue Aziz
memilki ukuran pantat yang tidak proporsional untuk tubuhnya. Bisa dipastikan,
jika Aziz berbaring menyamping, lekuk tubuhnya jadi mirip cewek. Mungkin karena
dulu, dia pernah tidak dianggap anak sama bapaknya sendiri selama 3 hari
setelah dia lahir. Kenapa? Karena bapaknya berharap anak perempuan yang lahir.
Men, gue yakin dia setres banget denger pengakuan tersebut. Gue aja
kadang-kadang setres ga bisa BAB lancar (Sebentar, hubungannya apa?) Aziz
memiliki wajah yang telah menjadi medan perang bagi lalat. Dengan kata lain ia memiliki
tahi lalat yang melebihi dosis manusia normal. Terakhir kali gue hitung, di
daerah kepalanya saja ada sekitar 19 tahi lalat dan masih dalam proses
penghitungan. Sadis, wajah tak berdosa dibombardir dengan tahi. Aziz juga
sering menghina seseorang sampai kesel, tapi saat orang itu kesel dan hendak
menghampiri Aziz, dia langsung senyum terkekeh dan kabur. Ya, Aziz adalah orang
murah senyum tapi bukan senyum murahan.
Jalal
Jalal adalah mantan ketua PM (Penyedia Makanan).
Terkadang gue panggil dengan sebutan Abu Jalal. Sikapnya sering dinilai aneh,
tapi bukan begitu sebenarnya. Dia gak aneh.... hanya super calang... dan aneh
tentunya (Lah gimana sih?). Kelakuannya terkadang bisa di luar prediksi
seseorang. Mungkin sebagai gambaran, jika Jalal sedang berjalan, tiba-tiba ada
tahi kuda bertengger di tengah jalan. Sebagai manusia normal, pasti anda akan
loncat dan menghindarinya, tapi Jalal mungkin akan secara terang-terangan
menginjaknya dengan telanjang kaki. Begitulah gambaran Jalal.
Suatu kali, gue pernah jaga pos malam hanya berdua dengan
Jalal (tolong jangan bayangkan adegan-adegan aneh gue dengan Jalal karena itu
gak pernah terjadi.. atau belum...). Saat sedang tenang-tenangnya jaga pos,
duduk menghadap langit menatapi bintang, tiba-tiba Jalal berdiri dan mulai
melantunkan nada beatbox tanpa
alasan yang jelas. Gue hanya bisa terheran dan berpikir “Yah, obatnya abis
lagi. Mampus deh gue...”. Dan itu adalah saat gue jaga pos paling capek karena berusah
menenangkan Jalal.
Wahyu
Wahyu juga merupakan anak PM. Seperti pemimpin-pemimpin
diktator dalam rezim Hitler atau Mossoulini yang memiliki rasa narsisme tinggi,
Wahyu pun juga begitu. Dia menganggap orang lain itu rakyat jelata sedangkan
dia adalah artis tingkat tinggi. Jika ada yang gerah dengan sikapnya tersebut,
dia akan berdalih “Alaa, bilang aja elu alesan mau deket-deket gue. Udah deh,
jujur aja...” OhMyGodDemSyit.... Seandainya dia artis, mungkin dia akan tampil
dalam Film Tali Pocong Perawan. Berperan sebagai tali pocongnya, bukan
perawannya.
Wahyu juga merupakan orang yang sensitif. Maksudnya,
seandainya anda menyentuh satu bagian tubuhnya saja, dia akan mulai meracau
“Ahh, aww... bilang ajha pengen pegang-pegang.” Lalu jika anda terus
menyentuhnya, dia akan mulai mendesah-desah layaknya janda kesepian dalam film
bokep jepang. Hiii... saatnya berdoa: “Alhamdulillahiladzi
a’fani mimmabtalaka bihi wafadlolani a’la katsirimimman kholaqo tafdlila...”
Rizal
Sepertinya orang ini terlalu sering menonton kartun.
Karena, jika dia bercerita sesuatu pasti akan ada efek suara ledakan di
mana-mana. Orang ini juga sering gue juluki “Anak Stroke”, karena gayanya
berjalan yang dibuat-buat dengan praktek kaki terbentang ke samping dan
terpelintir-pelintir. Saat dia melakukan hal itu, terbayanglah lantunan lagu
“Jalinan Kasih” di Indosiar. “Bantulah mereka.. karena mereka hanya memiliki
harapan...”
Terkadang gue membayangkan seandainya ada orang buntung
adu panco dengan Rizal, kemungkinan 70% orang buntung tersebut menang, 25%
kemungkinan Rizal menang dan 5% kemungkinan orang buntung tersebut akan
terketuk hatinya melihat kelakuan Rizal dan membuat akun Facebook “Koin untuk
Rizal” untuk menampung donasi dari seluruh lapisan masyarakat demi kesehatan Rizal.
Lalu Rizal pun terkenal, masuk dalam acara “Bukan Empat Mata”, kemudian Rizal
dikontrak menjadi bintang iklan sosis SoNice. “Aku bisa tetap sehat dan kuat,
karena makan makanan bergizi, dan berlatih keras. SoNice!! Enak dan bergizi!!”.
Oke cukup, mulai ngawur.
Ega
Ega adalah temen gue dari kecil, berasal dari Depok
seperti gue. Katanya pas gue pertama dateng ke pondok, gue mainnya sama Ega
melulu sehingga gue dikira kakak-adek. Kok bisa gitu ya? Padahal kan jelas
gantengan gue (cermin pecah...). Anak yang paling histeris kalau dikasih
jabatan penting. Untungnya Sayangnya, setelah gue pergi, dia yang
menggantikan posisi bendahara. Kasian dia… (mhuahahahahahha)
Ega juga merupakan anak PM, seperti Rizal, Wahyu dan
Jalal. Akhir-akhir ini gue heran melihat kelakuan Ega yang jadi tablo’ ekstrem.
Padahal dia di rumah gak gini-gini amat. Oke, di rumah Ega mungkin agak tablo’,
tapi gak seekstrem ini. Di rumah dia kayanya ga pernah tuh pake kutang di luar
T-Shirt, atau pake celana dalam di luar boxer terus poto-poto dengan gaya alay
masa kini. Lalu gue menyimpulkan mungkin karena dia sering bergaul dengan
anak-anak PM, sehingga kelakuannya jadi aneh bin ajaib bin diluar nalar
begini. Akhirnya gue menarik kembali kata-kata gue sebelumnya. Ega bukanlah
anak Depok, bukan juga temen gue dari kecil. Ega? Ega yang mana ya? Saya gak
kenal.... :p
Madun
Sebenernya nama aslinya adalah Yusuf Bachtiar, tetapi
disinyalir karena kepiawaiannya bermain bola dia diberi nama seperti itu
(Engga, Madun yang satu ini ga punya jurus seperti “Tendangan Sosis Ayam”
ataupun “Tendangan Sosis Sapi”). Berasal dari Priok seperti Mansyur. Merupakan
tim ALBaSTa (Air, Listrik, Bangunan, Sound, dan Taman) di pondok . Gaya
berbicaranya seperti Kakek-kakek umur 96 tahun yang di saat menjelang ajalnya
akan berwasiat pada anak cucunya... “Cu... inget.... sawah disana... jangan...
ohoek ohoek... dijadikan... lapangan tennis...”.
Orang ini telah mendapat gelar kehormatan “Pria Terautis
of the Year” yang memang harus diakui dia sangatlah autis. Bahkan dia secara
ilegal mendirikan organisasi bernama FKU yang berarti “Forum Koplak United”.
Dia telah menularkan filososfi keautisannya di seluruh penjuru pondok. Bahkan
Dodo dan Ega telah secara resmi masuk ke dalam FKU sebagai anggota tetap sekte
sesat tersebut (dan satu lagi alasan kenapa gue harus melupakan Ega. Eh? Ega
yang mana? :p). Perlahan tapi pasti, FKU mulai melebarkan sayapnya menembus
setiap lapisan anak pondok. Berhati-hatilah kawan, waspadalah!!
Rendy
Pertama kali gue melihat Rendy, gue langsung teringat
akan sosok Pok Nori (seandainya saja Rendy rela pake kerudung, maka benarlah
teori gue). Tapi seiring waktu berjalan, sekarang Rendy jadi miri Oscar dalam
film kartun Oscar Oasis. Ditambah gayanya yang dimirip-miripin dan suaranya
yang agak ditekan, niscaya gue semakin yakin. Yah, Rendy memang memiliki tipe
wajah yang tidak akan anda mau lihat saat anda sendirian di tengah hutan pada
malam hari.
Hubban, pernah iseng mengedit foto Rendy pake photoshop
yang awalnya seremnya biasa-biasa aja (dengan kata lain, memang serem), setelah
diedit oleh Hubban dengan fitur badan Rendy jadi besar dan ijo (macam Hulk)
ditambah dengan tanduk bulan sabit di atas kepalanya dan mata jadi merah
membuat foto Rendy telah resmi menjadi Pengusir Dajjal paling efektif. Serius,
serem banget. Apalagi ditambah dengan adegan film Avenger yang
baru-baru ini Mansyur tonton, sehingga saat Mansyur bertemu Rendy, dia akan
berkata "Rendy?!Smash!!". Lalu dia membayangkan Rendy mengamuk
dan membesar menjadi Hulk ala Garut dan memporak porandakan pondok. Walaupun
begitu, Rendy adalah pekerja keras di Tim Dapur dan dia memiliki kekuatan yang
setara dengan komodo dewasa. Terbukti saat Rizal beradu gulat dengan Rendy,
hasil akhirnya selalu Rendy yang menang dengan jurus akhisnya: "Jurus
Tenaga Kambing Garut".
Taufik
Kesan pertama gue saat melihat Taufik adalah dia mirip
Terminator. Jangan anda bayangkan Taufik mempunyai postur tubuh seperti Arnold
Suasanaklenger yang berperan sebagai Terminator. Maksud gue adalah, gayanya
yang sangat kaku mirip Terminator, atau bahkan mirip Gundam. Dengan dada
membusung yang terlihat agak berlebihan dan ayunan tangan yang sangat kaku
membuat gue sangat yakin: “Tampaknya Taufik menyimpan senjata laser dan misisl di
sekujur tubuhnya”. Berasal dari daerah yang sama dengan Dodo yaitu Bogor Utara,
membuat Dodo setiap kali melihat Taufik langsung bergumam “Ya Allah... Kenapa
Ya Allah....”.
Taufik bisa dibilang merupakan salah satu anak yang
paling ditindas di pondok, bahkan oleh orang yang dibawah umurnya. Dihina
ngantukan lah, caper sama cewek lah, dan sebagainya. Tetapi, bukannya menghina,
menurut gue itu semua karena tingkah dan cara dia berinteraksi yang agak aneh
(serius deh Pik, ini dari lubuk hati gue yang terdalam). Bicara sama Taufik
adalah hal yang melelahkan. Misalnya, dulu gue pernah bincang-bincang sama Ega
dan Taufik. Di tengah pembicaraan Taufik menyela cerita gue dengan Ega dan
berkata “Ooh gue tahu tuh!! Yang film perang itu kan?”. Gue terdiam. Ega
terdiam. Bahkan Jangkrik pun terdiam. Setau gue topik yang kita bahas saat itu sangat
melenceng jauh. Ega pun dengan spontan menyelamatkan suasana “Ooh! Iye!! He-eh!
Yang film perang itu, Pik!! Bener!! Iya kan, Ji?” Ega menatap gue dengan penuh
arti, gue hanya bisa jawab: “Errr.. iya.. He-eh...”. Mungkin karena itu juga,
Ega adalah satu-satunya pawang terpercaya yang bisa menjinakkan Taufik.
Bagus
Bagus merupakan anak perhotelan saat dia SMK. Mungkin
karena itu dia sangat expert dengan
masalah makanan. Pernyataan ini punya dua arti, yang pertama Bagus sangat ahli
memasak makanan, atau Bagus juga sangat celamitan meminta makanan. Seandainya
di tengah acara pondok ada suara bungkus makanan ringan dibuka, kemungkinan
besar Bagus duluan lah yang menghampiri asal suara tersebut. Yang bikin kesel
adalah, terkadang Bagus minta tanpa bilang-bilang. Tapi akhir-akhir ini Bagus
berusaha merubah kebiasaannya tersebut karena sering gue sindir (Nyiehehehhe). Dia
juga memiliki skill aneh yaitu makanan yang sudah dia telan, bisa dia keluarkan
lagi. Utuh. Menjijikan. Jadi gak heran kalau Bagus memiliki rekor menghabiskan
sebungkus Gery Chocolatos terlama, yaitu setengah jam. Entah doyan atau ngirit.
Bagus juga memiliki wajah yang entah kenapa membuat gue ingat dengan Mumi
Firaun.
Bagus itu hampir sama seperti Taufik, yaitu memiliki
sistem interaksi yang aneh. Bedanya, kalo Taufik itu aneh sama semua orang,
sedangkan Bagus aneh hanya sama gue. Seandainya Bagus bertemu gue di tengah
jalan, hal pertama yang dia lakukan adalah menepok-nepok beberapa bagian tubuh
gue sehingga mengeluarkan nada yang mirip panggilan kawin Gorilla jantan. Saat
berbicara dengan Bagus, dia akan mulai memainkan kulit leher gue, dan
seandainya dia mulai kalah debat sama gue, dia akan memainkan dagu gue. Saat
gue tanya apa alasan dia melakukan hal tersebut, dia menjawab “Gue seneng aja
mainin orang gendut”. Lalu gue membayangkan apa yang akan terjadi jika gue gak
ada, dan Bagus saat berjalan-jalan menemui Om-om gendut, kemudian dia langsung
menghampiri orang tersebut dan menepok-nepok pundaknya “Oom, saya mainin bentar
ya badannya...”. Well, siapapun Om
tersebut, selamat deh ya....
Fadli
Fadli memiliki postur tubuh dan wajah mirip Nobita.
Tetapi di balik wajah polosnya, tersimpan bulu dada yang tumbuh dengan liar.
Seperti hutan toge di Kalimantan (emang ada?), bulu dada Fadli tumbuh dengan
merambati sekujur tubuhnya. Bahkan ada isu mengatakan bahwa bulu dada Fadli itu
hidup.. ya hidup, HIDUP!! (Histeris) Mungkin sistem pertahan tubuh Fadli adalah
dengan merubah bulu dadanya menjadi cambuk. Mengerikan.
Fadli orangnya agak cadel. Maka beruntunglah dia di
namanya ga ada huruf “R”, gak seperti temen gue di SMA yang juga cadel tapi
namanya Rendy (engga, yang ini wajahnya ga kayak Oscar). Sehingga, saat dia
perkenalan diri, dia mengatakan “Hai, nama gue Khheendyy...”. Yang jadi masalah
adalah, Fadli sangat suka garam. Saat makan bareng, dia pasti akan berkata
“Ahh, gak asin. Gakhhem donk, gakkhhemm!!” Lalu gue berkata “Garem maksud lo?”.
Fadli kesel, “Ahh, iya dah, tekhhsekhhah (terserah)”.
Nusman
Nusman adalah Juara Bertahan pemegang gelar “Wajah Tua
Top Collection 2013”. Tampangnya memang terlihat seperti berumur 25-30 tahun,
padahal dia setara sama gue. Jadi tidak salah kalo Nusman dibilang wajah paling
tua di pondok (Miko tidak masuk hitungan wajah tua, karena Miko wajahnya tidak
menunjukan umurnya yang tua, tapi menyiratkan zaman pra-sejarah saat spesies
dia eksis). Sebagai mantan Pasus (Pasukan Khusus/ Keamanan), membuat masih
tersisa ketegasan dalam dirinya, tapi dia tetep aja koplak.
Nusman juga ahli bicara cepet seperti gue, bedanya dia
cepet tapi jelas, sedangkan gue kadang-kadang sulit ditangkap telinga karena
terdengar seperti laler kawin. Bedanya lagi, Nusman relatif menggunakan bahasa
daerah sebagai bahasa pokoknya. Sehingga, saat Nusman ngomong bahasa daerah,
hal yang bisa telinga gue tangkep adalah “&^*&%^%(@#^$)(&!#%*%,
kan? Ya gak?” Gue cuma bisa jawab: “Err, he-eh. He-eh banget! Aing Mah Teu
Nyaho...!!”. Dia juga memiliki suara tertawa yang khas. Satu hal lagi, saat
pertama gue melihat Nusman, sosok Tata Dado mulai terbayang di otak gue. Dan
itu. Sangat. Aneh.
Waris
Waris adalah ketua Pasus di Ponpes Nurul Iman. Walaupun
begitu, ga tau kenapa Waris nyaris ga ada wibawanya sebagai ketua, bahkan
sebagai Pasus. Menjadi anak seorang guru di Pondok bukan jaminan ternyata. Walaupun
begitu, Waris termasuk orang yang enak di ajak ngomong. Dia juga orang yang
sangat perhatian saat gue iseng diam selama satu hari penuh di pondok “Oji
kenapa? Ada masalah ya? Udah gapapa, ga usah dipikirin...” Gue hanya terkekeh
dalam hati “Yesss, satu orang lagi kena tipu...”
Waris memiliki suara yang serak-serak becek. Saat dia
baca Al-Quran, setidaknya dia akan mendehem satu kali. Entah kenapa, karena
suara itu gue jadi membayangkan suara narasumber yang disamarkan saat wawancara
Reportase Investigasi. “Yaaa gimana ya mas, awalnya sih saya cuma coba-coba
mencampur ban dalam dengan batagor biar kenyalnya asli. Pertama saya takut,
tapi ternyata enak juga... Sampai saat ini sih belum ada yang komplain,
mas...”. Waris juga merupakan ahli dzikir. Hampir setiap kali gue melihat dia
menggumamkan dzikir dan memainkan jarinya. Gue juga ga yakin dia menggumamkan
dzikir, atau dia bergumam “Ya Allah... Laper ya Allah.... Laper...”
Yuki
Yuki merupakan anak PM. Wajahnya sangat identik dengan
Hubban, padahal ga ada hubungan darah (Ya walaupun, sama-sama keturunan Nabi
Adam, tapi itu ga masuk perhitungan). Gaya rambutnya, senyumnya sangat mirip.
Bedanya, menurut gue Yuki lebih ganteng daripada Hubban (tengok kiri kanan,
takut dibacok Hubban dari belakang). Yuki juga merupakan salah satu pendekar
bela diri. Gue jadi agak hati-hati ngomong sama dia. Salah-salah gue bakal
ditendang samping, dibanting dan diberi finishing Smack-an
ala Eddie Guerrero. Mampus gue.
Yuki punya tipe suara yang unik. Suaranya kayak suara seseorang
berbicara di mikrofon. Setiap kali Yuki bicara, gue membayangkan suara orang
jual bacang saat pagi-pagi lewat naek motor di rumah gue “Bacang
bacang... nasi uduk.. nasi kuning... ayo bu, bacang bacang, yang gak beli saya
cincang.....” Psikopat. Atau seperti orang yang jual perabot dengan mobil bak
“Parabot parabot... boleh bu, parabot... ada baskom, ada wajan, yang ga beli
saya tabrak.. ayok ayok parabot...”. Sama psikopatnya. Yuki suka memanggil gue
dengan julukan “Beo”, karena katanya gue mirip Beo di Pondok Gede. Whaow, pasti
Beo itu ganteng banget ya.... (Tetep, ge-er masih jalan..)
Remal
Remal adalah orang terhormat yang mendapat gelar “Hokage”
di pondok. Gelar itu didapatkan hanya bagi yang telah lama di pondok. Remal
sendiri telah menetap di pondok kurang lebih 2 tahun. Bisa dibilang, Remal
adalah “sesepuh” di pondok. “Jika anda tersesat, tenang saja!! Tanyalah pada
Remal!! Jika anda ingin tahu dimana tempat nongkrong yang nyaman, tenang saja!!
Ada Remal yang siap membantu!! Jika anda belum dapat kiriman bulan ini, tenang
saja!! Ada.., Lho? Mana Remal?!”
Remal adalah orang pondok pertama yang ngajak gue
ngomong. Dan itu bukanlah kenangan manis. Kenapa? Karena itulah pertama kali
dia ngerjain gue. Awalnya dia menghampiri gue di dapur, lalu dia membuka
pembicaraan “Eh, Oji ya? Masih inget gue engga? Gue kan temen SMP lo.. masa
engga inget?”. Berkat pernyataan dia tersebut, gue berpikir selama seminggu
apakah benar dia temen SMP gue? Kok gue gak inget ya?. Semenjak itu, selama
seminggu setiap kali gue ketemu Remal, dia berkata “Gimana? Udah inget belon?”.
Gue lalu mulai mengingat-ingat lagi. Akhirnya gue sadar bahwa Remal memang
bukan temen SMP gue. Dan gue masih ga tau siapa narasumber yang membeberkan
nama gue. Yeah, permainan psikologi yang mengerikan. Gue merasa idiot.
Mukhlis
Orangnya agak gendut, hampir sama kaya gue (dan tetep gue
lebih tampan). Bedanya dia keliatan gendut karena tulangnya gede, sedangkan gue
karena lemak yang selama ini gue timbun. Mukhlis sering tiba-tiba menghampiri
gue dan mulai memainkan perut gue. Berbeda dengan Bagus, Mukhlis melakukan ini hanya
untuk maen-maen, sedangkan Bagus seperti sedang berinteraksi model primitif.
Kadang-kadang gue suka bete kalo dia udah maenin perut gue seakan-akan gue
mengandung anaknya. Kalo udah gitu, dia pasti udah ngerengek-rengek sambil
bibirnya melintir-lintir.
Mukhlis ini juga tipe orang yang blak-blakan. Kalo ada
yang salah, ya dia bilang salah. Kalo menurut dia Miko mukanya serem (dan
mayoritas anak pondok setuju), ya dia akan bilang wajah Miko mirip buaya. Kalo
menurut dia Miko bau (dan ini masih dapat persetujuan dari mayoritas anak
pondok), ya dia akan bilang bau badan Miko macam bangkai simpanse. Berkat
sikapnya tersebut, Mukhlis masih menjadi rival Miko dalam hal hina menghina.
Dan terkadang Mukhlis yang menang, karena kelemahan Miko adalah gak bisa
membalas hinaan orang dengan fasih, baik, dan benar. Di sisi lain, Miko memang
selalu jadi bahan hinaan paling empuk bagi anak-anak pondok. Wajahnya yang
ganas tidak membuat siswa gentar. Sebentar, kok jadi ngebahas Miko?
Adin
Adin adalah
seorang mantan Pasus, yang bisa dibilang, selalu mengekspos pose kejantanannya
ke sepenjuru pondok. Tangannya berotot, kakinya berotot bahkan bibirnya berotot
(dengan kata lain, tebal dan seksi, bung). Entah karena logat bataknya yang
kental atau apa, saat Adin bicara sulit dibedakan apakah dia sedang bercanda
atau marah. Sayangnya, suara Adin berubah drastis menjadi suara personil
CherryBelle saat dia baca Al-Quran. Entah menghayati atau efek samping.
Adin terkadang sering bergaul dengan Ega. Walaupun
dibilang bergaul, tapi Ega lebih tampak sebagai pemeran pembantu daripada
seorang teman sepergaulan yang siap digauli (Kayaknya ada yang salah dengan
kalimat ini..). Sehingga, Ega jadi kena imbasnya. Ega akhirnya jadi dijuluki
Budak Mukatab (Budak yang membeli kemerdekaanya sendiri di zaman Nabi, dengan
cara menyicil pada majikan). Tapi, Ega lebih tertarik dengan julukan “Gangster”
karena dia memiliki backing-an Adin. Akhirnya julukannya difusion jadi
“Gangster Mukatab”, seorang gangster pelarian yang berusaha kembali ke jalan
yang benar dengan membayar pada bos mafianya. Agak konyol juga kalo setiap hari
Ega bakal ngredit biaya kemerdekaannya. “Bang, ini choki-choki sebagai biaya
hari ini. Masih fresh bang, hasil dari malak anak komplek...”. Ironis.
Boy
Anda pernah liat acara Tawa Sutra di ANTV? Pernah liat
Budi Anduk? Kalo pernah maka anda pasti akan sangat familiar dengan orang satu
ini. Ya, dia mirip Budi Anduk. Sangat mirip. Dari tekstur wajahnya yang seperti
ikan asin digilas truk tinja, sampai gaya ketawanya dengan mulut membuka lebar
tapi ga ada suaranya. Tapi hanya kurang satu, yaitu gaya rambutnya beda. Rambut
Budi Anduk yang asli keriting, sedangkan Boy rambutnya jigrak, kayak landak dilanda
musim kawin. Sering pake baju oranye bertuliskan “I Love Batam”. Ya, Batam
adalah daerah asalnya. Entah kenapa setiap kali dia pake baju itu, gue ingin
berinisiatif pakai baju yang bertuliskan “Batam Doesn’t Love You”.
Boy adalah orang paling sering dihina anak pondok. Oke,
koreksi. Boy adalah orang yang paling sering dihina oleh gue. Ya, gue akui gue
sangat sering menghina Boy. Seperti sudah menjadi agenda wajib setiap kali gue
bertemu Boy, gue harus menghinanya. Dan gue tidak menyesal sampai saat ini,
entah kenapa (sadis). Sebagai contoh saat ada pembacaan peraturan tentang
larangan berhubungan dengan lain jenis. Boy nyeletuk “Kalo gue mah emang ga
pacaran”. Kalimat tersebut diproses otak gue dengan sangat cepat, sehingga
sebelum gue menyadarinya bibir gue sudah berbicara “Kayak ada yang mau sama elu
aja, gitu...”. JLEEEBB. Krik krik krik. Reaksi Boy menanggapi argumen gue
tampaknya biasa aja, tapi yang miris adalah Mansyur yang mendengarnya. Tampang
Mansyur langsung sayu, ngelus-ngelus dada sambil nyanyi lagu sedih. Seakan-akan
hatinya Mansyur lagi dicolek-colek pake celurit. Sayup-sayup suara biola mini
SpongeBob terdengar. Ngenes amat. Dan gue sangat menikmatinya (Dobel sadis
kuadrat).
Dodo
Lah?? Kok Dodo lagi?! Udah, gantian lah!!
Indra
Indra sebenernya umurnya lebih tua daripada
penampilannya. Dari luar, Indra mirip cewek kelas 2 SMP baru puber berumur
sekitar 14 tahun, padahal umur aslinya kurang lebih 17 tahun. Indra, seperti
yang gue bilang sebelumnya, memang wajahnya mirip cewek. Jika anda bisa
membayangkan wajah Indy Barendz terjebak dalam sosok anak kecil, maka anda bisa
dapat gambarannya. Pernah sekali waktu Indra iseng pake kerudung, walhasil
Indra sangat mirip cewek. Mungkin bagi sebagian besar cowok yang sudah haus
pengen kawin, itu merupakan hiburan tersendiri.
Indra memiliki rasa “suka” pada seorang betina di pondok
(engga, yang gue maksud manusia, bukan tupai). Lebih tepatnya, disebut “obsesi
berlebihan”. Bagaimana enggak, setiap kali dia melihat betina tersebut (sekali
lagi, yang gue maksud manusia bukan jangkrik) dia bakal kegirangan sendiri.
Bibirnya tersenyum lebar, suaranya jadi lebih tinggi dari biasanya, wajahnya
penuh make-up, terus dia mangkal di lampu merah. Memang, itu bisa dibilang
reaksi “normal” laki yang menyimpan rasa pada orang lain (kecuali dua yang
terakhir, itu agak imajinatif). Tapi, dalam kasus Indra ini beda. Sebagai
contoh, saat itu gue lagi jaga kantor, lalu betina tersebut (oke, kayanya ga
usah gue kasih tau lagi) muncul dan menawarkan susu kental manis coklat kepada
gue. Berhubung rejeki (lebih tepatnya, kalap) gue ambil 3 sachet. Indra yang
saat itu ada di situ langsung menghampiri gue dengan senyum-senyum najong.
Berhubung gue tahu maksudnya, maka gue berikan satu sachet padanya. Indra
girang, dicium-cium lah sachet susu kental manis tersebut, lalu dia jadikan
berhala. Ekstrim.
Zaid
Zaid adalah orang yang memegang prinsip “Talk Less, Do
More” (bicara sedikit, kerja banyak). Oleh karena itu, dia dipercayakan sebagai
salah satu tim ALBaSTa (Air, Listrik, Bangunan, Sound, Taman). Jadi gak salah
kalo gue menjuluki dia orang yang serba bisa. Jika kita ingin kipas angin
kembali beroperasi, kemana kita pergi? Zaiiid!! Jika kita ingin
mengalihfungsikan kulkas menjadi Transformer, kemana kita menuju? Zaiiid!! Jika
kita ingin pergi ke gunung tertinggi, kepada siapa kita bertanya? Petaaa!!!
Karena peta tak pernah salah.
Walaupun dia orang yang jarang bicara, ga menutup
kemungkinan Zaid juga memiliki naluri seperti halnya laki-laki normal. Sebagai
contoh, dia pernah ngobrol sama gue. Kurang lebih percakapannya seperti ini:
Zaid: “Ji, lu tahu ga tadi gue kan abis ganti lampu di
Astri (Asrama Putri)”
Gue: “He-eh, trus kenapa?” (ga begitu tertarik)
Zaid: “Iya, gue kan ganti lampu di lantai 2 tuh, masuk ke
kamar cewek.”
Gue: “Mmm-hmmm, terus?” (masih ga tertarik)
Zaid: “Begitu gue iseng liat kiri kanan, gue liat
setumpuk kancut, Ji!!”
Gue: “Whoaaw!! Serius luh?!” (Excited banget)
Untungnya Zaid bukanlah tipe cowok maniak, sehingga dia
tidak ada ide gila untuk membawa “oleh-oleh” dari sana.
Yaskur
Yaskur adalah partner Zaid dalam tim ALBaSTa. Seperti
Tsubasa dan Misaki, atau Doraemon dan Nobita mereka saling bahu-membahu dalam
membantu kelancaran acara pondok. Bahkan mereka satu kamar. Terkadang, saat gue
mampir ke kamar mereka, gue banyak menemukan kejanggalan. Saat gue membuka
pintunya, terkadang setidaknya ada salah satu dari Yaskur atau Zaid sedang
telanjang dada. Gue menatap mereka dalam-dalam.Sunyi. Berusaha pengertian,
akhirnya gue kembali menutup pintu. Mungkin mereka sedang tidak mau “diganggu”
(mhuahahahha). Akhir-akhir ini mereka sering memaksa gue untuk mampir ke kamar
mereka, gue langsung sungkan. Atau takut mungkin. :p
Yaskur memiliki tipe wajah teler, selalu berwajah
ngantuk. Jelas saja, karena setiap Tim ALBaSTa harus siap dituntut kerja
begadang. Mungkin karena itu, tim ALBaSTa diberi kemurahan untuk tidak ikut
piket pagi. Tapi, karena kemurahan itu juga gue sering nyindir mereka “Huh, apa
itu Tim ALBaSTa? Udah ga piket pagi, kalau ngaji ijin melulu. Alasannya ada
kerjaan... apa-apaan itu? Bikin malu keluarga!!” Setelah itu gue langsung
dikejar-kejar mereka. Gue ngacir. Mungkin karena shift kerja yang padat, Yaskur
banyak memiliki ide gila. Sebagai contoh, dia mengoplos Big Cola untuk diminum
bareng-bareng. Berbeda dengan Miko yang mengoplos kopi dengan bahan yang bisa
dikonsumsi (walaupun hasilnya sangat tak lazim), Yaskur mengoplos Big Cola
dengan berbagai bahan kimia. Sebut saja belasan butir CTM (obat alergi),
Amoksilin/Amoxsicilin (antibiotik), bahkan beberapa tetes Minyak Angin Cap
Kapak. Jadilah ramuan arsenik ekonomis. Gue ga mengerti selera mereka. Dan yang
lebih gue ga mengerti, dia masih bisa hidup sampe sekarang.
Hizam
Hizam juga termasuk tim ALBaSTa, tapi lebih
dispesialisasikan ke Tim Sound. Berasal dari Sulawesi, dan memiliki ukuran kaki
yang cukup besar. Gue nyebayangin seandainya gue diinjek-injek sama kaki
tersebut, mungkin gue akan mejret sampai mengeluarkan usus dari hidung. Dulu
dia berambut keriting ikal, tapi semenjak dia menggunakan Makarizo (produk
pelurus rambut), rambut dia jadi lurus seperti benang layangan. Sejak itu, gue
memanggil dia “ Makarizo Man”. Perhatian, ini bukanlah iklan, dan saya tidak
dibayar terhadap pernyataan di atas. Produk bisa didapatkan di toko terdekat,
baterai dijual terpisah. (Lho?)
Sebagai Tim Sound, Hizam cukup expert di bidangnya. Terutama setiap hari Jum’at, dia pagi-pagi
sudah menyiapkan speaker untuk senam. Dia sering mengutak-atik lagu senam
sesuai seleranya. Terakhir kali, dia mengganti dengan lagunya Gustavo Lima –
Balada Boa / Tche tche re re. Mungkin karena suka, atau terobsesi, dia sangat
suka dengan lagu ini (well, gue akui gue juga suka pertama kali denger, tapi ga
seheboh itu). Sehingga, hampir setiap kali gue temui Hizam, dia sedang
bersenandung lagu ini “Yeah, Oji kemana aja? Yeah, tche tche re re tche tche
tche re re tche tche... Gustavo Lima e voce!! Yeah!!”. Hebring. Yang patut
diwaspadai dari Hizam adalah, kadang-kadang dia berubah menjadi liar saat lagi
senam di sela bagian gaya bebas. Dia bakal seruduk kanan kiri tanpa pandang
bulu (Ya gue juga males sih liat bulu-bulu orang lain, tapi bukan itu maksud
gue). Orang lain bilang, itu gaya “mosing”. Gue bilang, itu gaya “Badak Ngamuk
Kebelet Kawin”.
Nasrul
Dipanggil dengan nama gaulnya, yaitu Acung. Tapi saat
pertama kali dia datang ke pondok dijuluki dengan sebutan Jarjit dari kartun
Upin-Ipin. Sebenernya gak salah dia dipanggil seperti itu, terlebih lagi dengan
gaya rambutnya yang gue juluki “Jambul Tsunami” karena mirip ombak, ditambah dengan
wajahnya yang memadai kriteria seorang “Jarjit”. Bibir tebal, kulit kecoklatan.
Tinggal dia pake gaya Jarjit yang bicara seperti pantun, maka dia bakal
terpilih jadi action figure seorang
Jarjit. “Dua tiga bulu ayam, cari saja sampai malam!! Huahaha, faboulus,
faboulus!!”. Sebagai anak seorang penjual Ayam Goreng, dia akan selalu diincar
anak pondok setiap kali dia baru balik dari rumah. Mereka berharap daging,
Bung! Daging!!!
Nasrul juga sangat rentan dengan hal yang berbau
keluarga. Contohnya, Mansyur sebagai teman satu daerah pernah membangunkan
Acung dengan agak sungkan untuk mengikuti acara pondok. Karena ga bangun-bangun
(Ya, Acung termasuk golongan Kebo yang sangat susah di bangunkan. Perlu
seperangkat alat perata aspal untuk membangunkannya), Mansyur pun berkata
“Cung, ayok Cung bangun. Sia-sia lo mondok kalo gini. Cung bangun, Cung! Inget
keluarga lu di rumah, Cung”. Seketika itu juga Acung langsung menyerah dan
mencoba bangun. Semenjak itu, setiap kali gue beradu argumen dengan Acung, gue
akan berkata “Cung, ga boleh gitu... Inget di rumah lu ada Bapak lu kerja keras
banting tulang (mungkin bapaknya pegulat atau apa)... Inget di rumah lu ada Ibu
lu lagi masak sayur asem (kenapa juga harus sayur asem?) yang menunggu di
rumah... Bayangkan Cung, bayangkan...”. Setelah itu Acung akan serta merta
menjawab “Aaaah, kampret lu, Ji!! Gue jadi kangen rumah gue kan!!” Sambil
mewek. Lucu juga.
Yogi
Yogi dijuluki dengan nama Naruto bukan tanpa alasan.
Dengan rambut jabriknya, dia sangat pantas dijuluki Yogi Uzumaki. Terkadang gue
mengkhayalkan, mungkinkah dia menyimpan siluman dalam tubuhnya seperti Naruto?
Maksud gue, mungkin gak sih Miko disegel di tubuhnya? (Lha? Miko emang
siluman?). Kadang-kadang Yogi juga sering ilang tanpa jejak. Mungkin memang ada
darah Ninja yang mengalir dalam tubuhnya. (Engga, maksud gue Ninja dalam bentuk
orang, bukan motor. Kayanya gak mungkin ada oli mengalir di tubuhnya)
Jujur, gue ga tahu kenapa ada nafsu aneh terhadap Yogi.
(Jika anda membayangkan nafsu birahi seorang janda kembang, anda salah besar).
Gue tanpa tahu sebabnya kalo lihat Yogi, bawaanya pengen gaplok. Ga tahu
kenapa. Rasanya pengen gue giles aja gitu, tapi ga tahu kenapa. Dan untungnya,
akal sehat gue masih jalan tidak mengikuti nafsu liar gue. Gue gak mau
menghabiskan masa muda di teralis besi, bung. Kalau kasus Boy, beda lagi.
Penyiksaan secara verbal terasa lebih menyenangkan, tanpa resiko yang
berlebihan (satu lagi alasan pembenaran gue atas hinaan yang gue timpakan pada
Boy). Yogi memiliki wajah yang sangat berminyak. Mungkin kalo seandainya gue
bakal kepalanya dan gue masak telor ceplok di wajahnya, mungkin cepet mateng.
Guntur
Saat namanya disebut, langit pun menggelegar “Doooeeerr”.
Ya, dia adalah Kau-Tahu-Siapa, yang namanya tak boleh disebut (Emang
Voldemort?). Guntur bisa dibilang cowo yang memiliki paras artis korea. Engga,
wajahnya engga mirip Gangnam, serius. Dia itu mirip artis korea yang riwayatnya
dulu saat SMA culun dan bergelar “Lika Liku Laki-Laki Tak Laku-Laku”, tapi
akhirnya di make over sama Ivan
Gunawan, dibimbing konseling oleh Kak Seto dan dioperasi oleh Dokter Boyke. Maka
jadilah Guntur. Keren. Walaupun gue juga ga bisa membayangkan jika Ivan
Gunawan, Kak Seto, dan Dokter Boyke berkolaborasi jadi apa. Mungkin jadilah “Waria
Homo Pedofil Bertegangan Tinggi”. Jangan sampai makhluk itu lepas di
masyarakat.
Ciri khas dari Guntur adalah saat dia membaca Al-Quran.
Nada yang dia pakai mengundang tangis. Bukan karena bikin kuping berdarah, tapi
nadanya naik turun melambai-lambai badai (definisi yang sangat jelas bukan).
Sehingga saat Guntur baca, gue spontan memainkan partitur nada dalam instrumen biola
mini Mr. Crab. “Ngiik ngik ngiingiingingii ngii ngiiik”. Guntur juga memiliki
alis yang tebal seperti Rock Lee di Naruto. Jika dalam komiknya Naruto dan Rock
Lee bersaing, mungkin ga sih Yogi dan Guntur bersaing? Antara alis tebal dan
rambut jabrik, siapakah yang menang? Jadilah, alis jabrik... Karena di unsur
nama aslinya ada kata “Tiara”, Guntur beberapa lama pernah dipanggil dengan
sebutan tersebut. Agak canggung juga sih memanggilnya kaya gitu, seakan-akan
gue ingin nyarter seseorang dari Taman Lawang “Tiara.. Tiaraaa.. kamu dimana?”
Lukman
Lukman juga orang yang kekar seperti Adin, bedanya Lukman
ga terlalu mengekspos kelebihan ototnya tersebut. Setiap dia pake baju, pasti
ketat. Seperti Hulk yang abis minum Hi-Lo, ototnya tumbuh dengan liar. Ditambah
dengan dadanya yang bisa disetel dalam mode vibrate,
alias mode getar. Namun sekali lagi, sayangnya suaranya gak terlalu
mendukung postur tubuhnya. Suaranya cempreng-cempreng imut. Ga tahu kenapa,
setiap ada orang kekar yang gue temui memiliki kelainan di suaranya. Tapi aneh
juga sih, kalo ternyata Ade Rai menjadi pengisi suara Spongebob.
Lukman secara tidak resmi gue juluki dengan nama “Abu
Khurairoh” yang berarti Bapaknya Kucing. Engga, dia ga punya anak haram dari
kucing liar. Maksud gue adalah, dia adalah orang yang sangat perhatian dengan
kucing. Bahkan melebihi batas yang bisa ditolerir. Setiap dalam kelas, dan
Lukman melihat kucing dia akan merayu-rayu kucing tersebut mendekatinya.
Setelah berhasil, Lukman akan menaruh kucing itu di pangkuannya, mengelusnya,
menggelitikinya, kemudian memuaskannya (anda bisa bayangkan seperti apa). Ini
jelas ada yang salah.
Rico
Rico kalo boleh gue bilang adalah orang dewasa yang
terperangkap dalam tubuh anak kecil. Meskipun dia tidak berwujud seperti Ucok
Baba (dan jelas tidak memenuhi harapan anda). Rico adalah orang yang
pemikirannya kelewat dewasa. Dia seperti seorang bocah yang telah menjadi pria,
baik sisi positif maupun negatif. Positifnya, kalo Rico bisa diajak ngomong
serius (walau topiknya tidak penting seperti “Apakah warna celana dalam favorit
Obama?”). Sisi negatifnya adalah, seperti yang anda semua tahu bahwa pria
dewasa normal memiliki ketertarikan berlebih dengan lawan jenisnya. Well, gue ga bisa menyalahkan itu, bung.
Itu sudah menjadi seleksi alam. (ngeles mode: on)
Rico pernah terkena keracunan obat, sehingga tubuhnya
pernah mengalami pembengkakan serius. Pipinya yang dulu agak chubby menggencet
mukanya, sehingga porsi pipinya lebih banyak daripada wajahnya. Badannya yang
dulu kurus proporsional, jadi seperti Bo Bo Ho kecanduan Curcuma Plus. Sehingga
tidak salah kalau dulu dia dihina dengan sebutan “uget-uget”, karena postur
tubuhnya memang sekilas mirip jentik-jentik nyamuk di bak kamar mandi. Selang
berapa lama, dia diberi julukan lain dengan nama “Kodok”. Emang sih, agak
sadis. Yah, seengganya meningkat dari uget-uget menjadi kodok, jangan terlalu
dipikirkan (walaupun menurut gue ini sama sekali ga bisa menghibur).
Idris
Idris adalah seorang anak pondok yang logat daerahnya
lumayan kental. Seperti mi instan yang direbus kelamaan, cara Idris berbicara
sangat medhok. Ciri-ciri fisiknya adalah rambutnya agak keriting, dan giginya
sedikit tonggos. Mungkin tepatnya bukan tonggos, tapi gak rata. Ga tahu kenapa
gigi Idris tampak kaya gitu di mata gue. Mungkin dia abis ngunyah aspal trus
lupa kumur-kumur pake Listerine. Kebanyakan orang mendefinisikan gigi sensitif
yaitu dengan rasa ngilu yang tajam, dan sesaat. Sebentar, kayanya salah
iklan...
Idris dijuluki oleh sebagian besar dengan nama “Berang-berang”,
dan gue ga tahu sebabnya. Seinget gue Idris ga ada tuh hobi bikin bendungan di
sebuah sungai layaknya berang-berang. Serius deh, gue semakin gak mengerti cara
seseorang memberikan nama julukan kepada orang lain. Mungkin aja ada orang yang
namanya keren seperti “Flavianus”, tapi dipanggil teman-temannya “Anus” (dan
itu memang pernah terjadi), tapi dari Idris ke berang-berang? Apa korelasinya?
Lain halnya kalo Miko dihina seperti buaya atau reptil, itu tidak jadi soal karena seperti yang telah kita pelajari dalam Biologi
dan PPKn bahwa ada beberapa kesamaan antara Miko dengan spesies tersebut. Apa
hubungannya dengan PKn? Ga tau. Kenapa ke Miko lagi? Terserah gue. Gue yang
nulis gini, masalah buat eloh? Tapi, kan lu ngetik bukan nulis.... AARRGHHH!!!
*berantem sama tangan sendiri*
Ahyar
Dari info yang gue tau, Ahyar adalah pengganti Hubban
sebagai sekretariat partner Aziz. Mungkin juga menjadi pengganti Hubban sebagai
pemuas nafsu Aziz, entahlah. Sedangkan berdasarkan pengalaman yang gue lihat,
skretariat itu kerjanya lumayan santai, megang duit trus itung. Yang puyeng
adalah pas akhir bulan, setiap anggota sekretariat akan terlihat seperti zombie
insomnia kebanyakan kafein. Gue pengen liat, gimana nanti reaksi Ahyar saat
menjadi sekretariat. Apakah dia puyeng dengan pekerjaannya, atau menikmati “waktu
bersama” dengan Aziz dalam satu kamar yang terisolasi? Hmmm...
Ahyar gue juluki sebagai Pinokio, karena (bukannya
menghina ciptaan-Nya) hidungnya yang unik. Walaupun ada beberapa orang yang
memiliki hidung unik di pondok seperti Dodo yang hampir 85% hidungnya tak
bertulang, tapi Ahyar beda. Hidungnya memilku kontur seperti paruh burung,
sekilas terlihat seperti gagak. Mungkinkah jika Ahyar berbohong hidungnya akan
memanjang? Kalau iya, lalu bagaimana jika Ahyar mengatakan “Lihat! Hidungku
akan memanjang sekarang!”. Jika benar hidungnya memanjang, berarti Ahyar
berkata benar, tapi jika dia berkata benar kenapa hidungnya memanjang? Jika
hidungnya tidak memanjang, maka Ahyar berbohong, tapi jika Ahyar berbohong
kenapa hidungnya tidak memanjang? Bingung? Puyeng? Solusinya, Ahyar bukanlah
Pinokio, dan Pinokio bukanlah seorang peramal.
Aang
Namanya adalah Aang (baca: e-eng). Dia adalah seekor
kucing. Ya, kucing. Dia adalah kucing yang telah resmi menjadi “penerobos”
acara pondok. Bahkan Dodo pernah ketiduran, lalu akhirnya dibangunkan oleh
Aang. Keren juga kan? Semua berawal dari saat Aang kecil, dia sering nongkrong di
dapur menunggu sisa makanan. Akhirnya dia dirawat oleh anak-anak pondok
(terutama oleh Lukman), dia sudah sangat akrab dengan anak-anak pondok. Kenapa
dia diberi nama Aang? Anda pasti tau ada beberapa orang yang menamai nama hewan
peliharaan mereka dengan nama yang sesuai dengan suara yang mereka keluarkan.
Seperti kucing namanya “Meong”, atau anjing “si Guguk” atau kelinci... atau
kelinci.... err... kelinci suaranya kaya gimana? Anyway, jadi sesuai dengan teori di atas, Aang diberi nama begitu
karena cara dia mengeong. Iya, dia ngeongnya kayak “Aaaang... aaaaangg”. Jadi
kucing aja suaranya fals. Sebagai kucing, dia gagal.
Aang sangat disayang oleh anak-anak pondok. Sering
dielus, diperhatiin, plus dianiaya. Dianiaya kayak gimana? Yah, Aang sudah
sangat sering dilecehkan harga dirinya oleh anak-anak pondok. Mereka iseng
memainkan “itu”nya Aang. Bahkan sampai sekarang Aang ga pernah dapat betina.
Udah jadi kucing fals, sering dilecehkan, ga laku-laku pula. Sebagai kucing,
dia dobel gagal kuadrat.
Well, mungkin
sampai situ dulu kali ya. Mohon maaf bagi yang gue definisikan agak melebihi
batas. Juga mohon maaf dengan beberapa orang yang tidak sempat gue bikin
catatannya. Janganlah ada berpikiran “Kenapa nama gue ga ada? Masa’ gue aja
kalah sama kucing?” (yah, ada benernya juga sih). Tapi gue bener-bener sudah
berusaha semaksimal mungkin. Semoga dengan ini kita bisa semakin mempererat
tali persaudaraan kita. Seperti dalam lirik lagu Project-pop: “Kamu sangat
berarti, istimewa di hati, selamanya rasa ini... Jika tua nanti kita t’lah
hidup masing-masing, ingatlah hari ini....”.
wkwkkw..like like... kocak+konyol....
BalasHapusMasih ada beberapa orang yang lupa gue masukin... siake...
HapusKalau arti nama zildjian apa?
BalasHapus