Minggu, 05 Mei 2013

Anak Pondok, Sinting atau Tidak? Anda yang Menentukan.






Well, seperti yang sudah gue janjikan sebelum meninggalkan Pondok, gue akan membeberkan sebagian besar kepribadian anak pondok yang harus gue akui, sangat beragam (dengan kata lain: sinting). Silahkan anda membaca hasil observasi ini dengan suasana seperti wawancara di acara Reportase Investigasi (suara disamarkan)….

Odji

Yeah inilah gue, makhluk tampan yang bernama asli Oberheim Zildjian Harahap. Gue baru tau arti nama gue saat gue belajar Bahasa Jerman saat SMA yang berarti Ober: Pelayan dan Heim: adalah pelafalan dalam bahasa Jerman untuk “Home” yang artinya rumah. Jadi, arti nama gue adalah: Pelayan Rumah…. Secara tidak langsung gue menjadi TKI illegal di tanah kelahiran gue sendiri -_- (pelajaran hari ini: Jangan pernah memberikan anak anda nama yang kedengerannya keren tapi ga tau artinya).

Gue selalu kena tilang karena kecepatan berbicara yang melewati batas normal. Gue juga merupakan orang yang sangat niat kalo mau iseng. Sebagai contoh, baru-baru ini gue iseng mencoba diam seharian tidak berbicara di lingkungan pondok dengan tujuan membuat semua anak pondok terheran-heran. Dan gue berhasil, karena gue yang biasanya paling petakilan malah jadi pendiam, dan gue hanya terkekeh dalam hati. Gue gak akan heran kalau tiba-tiba ada isu-isu aneh yang menyebar di lingkungan pondok… “Kayaknya Odji lagi ada masalah keluarga, deh… Mungkin Odji lagi bad mood kali… Odji sepertinya sedih dan putus asa mau meninggalkan Pondok… Odji kayaknya abis diculik alien dan diperkosa… dst.”.

Yasril

Inilah manusia yang saat gue Abadan menjabat sebagai ketua PS (Pengurus Siswa). Sebagai mantan murid IPA saat SMA membuat orang ini sangat menggunakan logika dalam pikirannya. Apakah dia menghubungkan Hukum Archimedes di saat ada siswa kena kasus keluar tanpa izin? Wallahua’lam.

Orang ini juga menjunjung tinggi filosofi “Cobalah berpikir ringan, jangan berpikir berat-berat.” Sehingga tidak heran jika hampir setiap pagi, rohnya menjadi “ringan” dan melayang-layang membuat dia tewas terkapar di kamar. Ya, orang ini sangat rentan penyakit. Dia sangat lemah dengan MSG dalam bentuk apapun seperti Mie Instan, soft drink, bumbu penyedap dll. Tetapi dia sudah mendapat gelar Maestro dalam bidang meracik kopi. Sehingga karena dia lah, dalam agenda PS ada acara tidak tetap untuk “Mengoplos Kopi Sampai Mabok”. Dan karena dia juga gue jadi kecanduan kopi, dan mata gue sering capek.... “Kamu harus bertanggung jawab, Mas... Ini benih mu.... (ngelus perut)”. Orang ini juga suka mendefinisikan seseorang dengan golongan darah. Dia berkata: “Golongan darah A itu orangnya rajin, suka kebersihan... pokoknya ga betah deh kotor dikit...”. Lalu saat dia melihat gue yang bergolongan darah A, dia terdiam. Tampaknya dia harus merombak definisi golongan darah tersebut.

Dodo

Makhluk satu ini bisa dibilang unik karena wajahnya yang bisa dimirip-miripin sama tokoh kartun. Mukanya terkadang bisa mirip Shinchan karena alisnya yang tebal, saat dia senyum bisa mirip T-Rex di kartun “Land Before Time”, tetapi potongan rambutnya sekilas kaya Chibi Maruko Chan, dan kalo dia pake kacamata malah mirip Ultraman. Subhanallah, Allah bisa menciptakan makhluk ini. Walaupun begitu, orang ini bisa dibilang cukup pede (istilah kedokterannya: Urat Malu Putus) dan gokil.

Dia sangat suka musik aliran dubstep. Ma huwa dubstep? (Apa itu dubstep?) Jika anda tidak tahu apa itu musik dubstep, bayangkan saja Optimus Prime dan Megatron bertarung dalam pertengkaran suami-istri (SFX: bbbzzztt bbzzzt, psyyioouu.... twoeeng twoeeng paaank kroaank kroaaank...). Dia juga mempunyai rekor mandi tercepat. Ada isu mengatakan bahwa step by step cara dia mandi adalah: Campur air di gayung dengan sabun dan shampoo. Guyur air tersebut di lantai. Kemudian, bergulinglah di lantai dengan khusyu’ dan niat karena Allah. Basuh badan anda lalu keringkan dengan handuk. Orang ini juga tidak suka dengan tomat, keju dan susu murni, yang mana merupakan bahan makanan yang umum di Eropa. Gue menganalisis mungkin jika dia mengkonsumsi bahan-bahan tersebut mengingatkan dia akan kehidupannya di saat zaman penjajahan Belanda, yang mana dia harus bisa bertahan hidup hanya dengan makan sendal bakar dan triplek rebus (Emang umur dia berapa??). Memiliki standar penilaian yang mana jika bagus dia akan mengatakan “Ekstrem!” dan kalau jelek dia akan mengatakan “Payaah!!”. Cukup simpel.

Mansyur

Bernama asli Abdullah Mansyur dan berasal dari Tanjung Priok. Entah memang dari lahir atau terlalu banyak mengkonsumsi air yang mengandung limbah dari Priok membuat sikap dia sedikit koplak. Dibalik wajah polosnya dan mata sipitnya, tersimpan ide gila. Oleh karena itu, saat ngecengin orang, dialah yang paling punya banyak bahan untuk menghina. Sehingga seandainya anda menjadi korban ceng-an, bisa dipastikan akan bertahan lama. Mansyur juga termasuk orang yang gaptek. Jika dia melihat sesuatu yang mengagumkan, dia akan berkata “Hmmm, bener-bener… tekhnologi.. (dengan lafadz “kh” yang ditekan”)”.

Layaknya Superman yang lemah dengan Kryptonite, Mansyur sangat lemah dengan sayur. Saat dia makan sayur (terutama toge), seketika juga alat pencernaan dia tidak berfungsi, napasnya megap-megap, jantung berdebar, mata merem melek, dan dia langsung kena menstruasi.... Ekstrem. Paling lemah sama wanita, terutama wanita jadi-jadian (Well, mayoritas laki-laki normal sih begitu). Menjabat sebagai sekretaris PS tidak membuat dia jadi ahli menulis. Saat anda membaca buku musyawarah PS, bisa dipastikan anda tidak akan mengerti sebenarnya apa yang PS musyawarahkan (karena tulisannya yang mayoritas tidak nyambung). Dia juga paling males kalo dibangunin pertama saat apel malem, bahkan dia bela-belain menyiasati tidur dengan minjem jaket orang lain sehingga tidak dikenali. Sangat menyukai gaya band metal zaman sekarang, tapi lagu yang dia suka macam lagunya Nike Ardila. Alhasil, jadilah kolaborasi aneh antara headbang  sambil dia nyanyi “Malam malam aku sendiri... tanpa cinta mu lagi... ohhh oh ho ho ho....”.

Miko

Makhluk menyeramkan Manusia ini bernama asli Nurjatmiko. Tapi karena dia sangat menyukai lagu Linkin Park, dia mengubah nama Facebooknya menjadi Chester “Miko” Bennington. Fans-fans Linkin Park yang lain pun mulai menangis tersendu saat mendapati nama vokalis mereka yang terhormat disandingkan dengan nama monster orang tersebut. Miko juga merupakan satu-satunya orang yang lulus casting menjadi pemeran utama dalam Sinetron Laga Indosiar tanpa perlu efek komputer untuk menunjukkan figur siluman yang sebenarnya. (Gue gak mengerti apakah ini pujian atau sindiran)

Bisa dibilang, orang ini memiliki bakat untuk jadi pembunuh berantai. Berkat acara “Mengoplos Kopi Sampai Mabok” potensinya menjadi serial killer perlahan mulai bangkit. Terbukti saat gue dan yang lain mencoba eksperimen mencampur berbagai kopi instan, dan hasilnya terbukti enak, (walaupun bikin alat pencernaan menjadi tidak berfungsi secara optimal) sedangkan Miko saat mencoba membuat seperti kita, hasilnya adalah? Jadilah “Baygon Shake With Arsenik ala Palembang”. Anjrit, rasanya aneh banget. Hanya setetes, bisa membuat gue melupakan segala rasa enak kopi sebelumnya. Saat gue melihat kopi tersebut (yang walaupun lebih pantas disebut “Sari Keringat Monster Berketek Delapan” daripada gue sebut “kopi”), gue sekilas bisa melihat gambaran neraka di dalamnya. Pintu neraka terbuka, orang-orang Kafir dan Munafik diseret dan disiksa di dalamnya, terdengar jerit tangis. Horror.

Udin

Nama lengkapnya Syaifudin. Menjabat sebagai Penerobos di PS. Orangnya bisa dibilang pendiam. Orang ini juga kadang-kadang suka melihat gue dengan tatapan kosong. Lalu gue ingat ada penelitian memaparkan “Jika ada seseorang melihat mu lebih dari 3 detik tanpa berbicara, kemungkinannya ada dua. Pertama dia jatuh cinta padamu, atau dia ingin membunuhmu”.  Well, kedua kemungkinan tersebut sama buruknya. (Maho juga pilih-pilih kali...)

Orang ini adalah orang yang paling yakin di PS. Kenapa? Karena hampir dalam setiap kalimat yang dia katakan, ada kata “yakin”-nya. Sebagai contoh: “Yakin, tadi saya abis dari masjid saya ketemu si anu...” atau “Yakin, saya tadi ngaji ngantuk banget...”. Oleh karena itu, saat PS harus memutuskan sesuatu yang rumit, salah satu dari mereka akan berkata “Sebentar, kita tanyakan Udin dulu. Udin, kamu yakin gak dengan pilihan ini?”. Selain orang yang paling “yakin”, Udin juga seperti orang yang jualan barang KW. Karena, hampir di setiap kalimat yang dia katakan ada kata “asli”. Seakan berusaha meyakinkan pembeli, Udin seraya berkata: “ Asli, bu! Ini barang bagus! Asli!! Yakin deh saya...”.

Hubban

Nama lengkapnya Hubban Mukholadun Ismail. Pertama kali gue melihat wajah dia, gue langsung teringat akan tokoh Sid, seekor kukang di Film Ice Age. Ditambah dengan sifatnya yang kadang-kadang males membuat dia semakin mirip kukang. Tubuhnya yang sangat gemulai itu pernah dia manfaatkan dengan menari pole dance yang gue akui, mirip banget cewe. Orang-orang seketika nyiapin saweran dan berharap, jangan sampai Hubban termotivasi untuk menari Strip Tease. Hubban juga punya sensor ultrasonik terhadap makanan. Dan sialnya itu makanan yang enak. Dan lebih sialnya lagi itu makanan punya orang lain.

Hubban sering nantangin Miko tanpa mengerti apa akibatnya. Hubban juga sangat takut dengan kegelapan, atau lebih tepatnya dia takut pada imajinasinya sendiri. Jujur, orang ini memiliki imajinasi yang terkadang tidak rasional. Apalagi ketika gue ngobrol sama dia, bisa makin ngalor ngidul. Bisa saja yang dari topik awal adalah “Bagaimana Membuat Generasi Muda Indonesia Menjadi Lebih Baik” seketika saja mental ke topik “Apakah Benar Patrick dan Spongebob itu Homo?”. Pertama kali gue tahu bahwa Hubban takut dengan kegelapan adalah saat mati lampu saat acara ngaji. Gue iseng ngejar-ngejar Hubban, dan reaksinya di luar prediksi gue. Hubban histeris, lari-lari jumpalitan guling-guling sambil merengek “Ji... gyaa udah ji, udah... Apaan tuh!? Hogyaaa...!!”. Mungkin saat itu dia membayangkan sedang dikejar zombie yang tidak pernah pakai Rexona semasa hidupnya. Men, horror abis..

Aziz

Aziz adalah partner Hubban yang dulu menjadi sekretariat. Tinggal berdua saja dalam kamar sekretariat yang agak terpencil di lantai 3 asrama membuat murid pondok curiga “Sudah sampai manakah kegiatan bulan madu mereka? Hmmmm.., kita lihat siapa yang buncit duluan...”. Sering dipanggil dengan nama Kiwil karena gaya ketawanya yang mirip sekali dengan Kiwil.

Bukannya menghina, tapi menurut penilaian gue Aziz memilki ukuran pantat yang tidak proporsional untuk tubuhnya. Bisa dipastikan, jika Aziz berbaring menyamping, lekuk tubuhnya jadi mirip cewek. Mungkin karena dulu, dia pernah tidak dianggap anak sama bapaknya sendiri selama 3 hari setelah dia lahir. Kenapa? Karena bapaknya berharap anak perempuan yang lahir. Men, gue yakin dia setres banget denger pengakuan tersebut. Gue aja kadang-kadang setres ga bisa BAB lancar (Sebentar, hubungannya apa?) Aziz memiliki wajah yang telah menjadi medan perang bagi lalat. Dengan kata lain ia memiliki tahi lalat yang melebihi dosis manusia normal. Terakhir kali gue hitung, di daerah kepalanya saja ada sekitar 19 tahi lalat dan masih dalam proses penghitungan. Sadis, wajah tak berdosa dibombardir dengan tahi. Aziz juga sering menghina seseorang sampai kesel, tapi saat orang itu kesel dan hendak menghampiri Aziz, dia langsung senyum terkekeh dan kabur. Ya, Aziz adalah orang murah senyum tapi bukan senyum murahan.

Jalal

Jalal adalah mantan ketua PM (Penyedia Makanan). Terkadang gue panggil dengan sebutan Abu Jalal. Sikapnya sering dinilai aneh, tapi bukan begitu sebenarnya. Dia gak aneh.... hanya super calang... dan aneh tentunya (Lah gimana sih?). Kelakuannya terkadang bisa di luar prediksi seseorang. Mungkin sebagai gambaran, jika Jalal sedang berjalan, tiba-tiba ada tahi kuda bertengger di tengah jalan. Sebagai manusia normal, pasti anda akan loncat dan menghindarinya, tapi Jalal mungkin akan secara terang-terangan menginjaknya dengan telanjang kaki. Begitulah gambaran Jalal.

Suatu kali, gue pernah jaga pos malam hanya berdua dengan Jalal (tolong jangan bayangkan adegan-adegan aneh gue dengan Jalal karena itu gak pernah terjadi.. atau belum...). Saat sedang tenang-tenangnya jaga pos, duduk menghadap langit menatapi bintang, tiba-tiba Jalal berdiri dan mulai melantunkan nada beatbox tanpa alasan yang jelas. Gue hanya bisa terheran dan berpikir “Yah, obatnya abis lagi. Mampus deh gue...”. Dan itu adalah saat gue jaga pos paling capek karena berusah menenangkan Jalal.

Wahyu

Wahyu juga merupakan anak PM. Seperti pemimpin-pemimpin diktator dalam rezim Hitler atau Mossoulini yang memiliki rasa narsisme tinggi, Wahyu pun juga begitu. Dia menganggap orang lain itu rakyat jelata sedangkan dia adalah artis tingkat tinggi. Jika ada yang gerah dengan sikapnya tersebut, dia akan berdalih “Alaa, bilang aja elu alesan mau deket-deket gue. Udah deh, jujur aja...” OhMyGodDemSyit.... Seandainya dia artis, mungkin dia akan tampil dalam Film Tali Pocong Perawan. Berperan sebagai tali pocongnya, bukan perawannya.

Wahyu juga merupakan orang yang sensitif. Maksudnya, seandainya anda menyentuh satu bagian tubuhnya saja, dia akan mulai meracau “Ahh, aww... bilang ajha pengen pegang-pegang.” Lalu jika anda terus menyentuhnya, dia akan mulai mendesah-desah layaknya janda kesepian dalam film bokep jepang. Hiii... saatnya berdoa: “Alhamdulillahiladzi a’fani mimmabtalaka bihi wafadlolani a’la katsirimimman kholaqo tafdlila...”

Rizal

Sepertinya orang ini terlalu sering menonton kartun. Karena, jika dia bercerita sesuatu pasti akan ada efek suara ledakan di mana-mana. Orang ini juga sering gue juluki “Anak Stroke”, karena gayanya berjalan yang dibuat-buat dengan praktek kaki terbentang ke samping dan terpelintir-pelintir. Saat dia melakukan hal itu, terbayanglah lantunan lagu “Jalinan Kasih” di Indosiar. “Bantulah mereka.. karena mereka hanya memiliki harapan...”

Terkadang gue membayangkan seandainya ada orang buntung adu panco dengan Rizal, kemungkinan 70% orang buntung tersebut menang, 25% kemungkinan Rizal menang dan 5% kemungkinan orang buntung tersebut akan terketuk hatinya melihat kelakuan Rizal dan membuat akun Facebook “Koin untuk Rizal” untuk menampung donasi dari seluruh lapisan masyarakat demi kesehatan Rizal. Lalu Rizal pun terkenal, masuk dalam acara “Bukan Empat Mata”, kemudian Rizal dikontrak menjadi bintang iklan sosis SoNice. “Aku bisa tetap sehat dan kuat, karena makan makanan bergizi, dan berlatih keras. SoNice!! Enak dan bergizi!!”. Oke cukup, mulai ngawur.

Ega

Ega adalah temen gue dari kecil, berasal dari Depok seperti gue. Katanya pas gue pertama dateng ke pondok, gue mainnya sama Ega melulu sehingga gue dikira kakak-adek. Kok bisa gitu ya? Padahal kan jelas gantengan gue (cermin pecah...). Anak yang paling histeris kalau dikasih jabatan penting. Untungnya Sayangnya, setelah gue pergi, dia yang menggantikan posisi bendahara. Kasian dia… (mhuahahahahahha)

Ega juga merupakan anak PM, seperti Rizal, Wahyu dan Jalal. Akhir-akhir ini gue heran melihat kelakuan Ega yang jadi tablo’ ekstrem. Padahal dia di rumah gak gini-gini amat. Oke, di rumah Ega mungkin agak tablo’, tapi gak seekstrem ini. Di rumah dia kayanya ga pernah tuh pake kutang di luar T-Shirt, atau pake celana dalam di luar boxer terus poto-poto dengan gaya alay masa kini. Lalu gue menyimpulkan mungkin karena dia sering bergaul dengan anak-anak PM, sehingga kelakuannya  jadi aneh bin ajaib bin diluar nalar begini. Akhirnya gue menarik kembali kata-kata gue sebelumnya. Ega bukanlah anak Depok, bukan juga temen gue dari kecil. Ega? Ega yang mana ya? Saya gak kenal.... :p

Madun

Sebenernya nama aslinya adalah Yusuf Bachtiar, tetapi disinyalir karena kepiawaiannya bermain bola dia diberi nama seperti itu (Engga, Madun yang satu ini ga punya jurus seperti “Tendangan Sosis Ayam” ataupun “Tendangan Sosis Sapi”). Berasal dari Priok seperti Mansyur. Merupakan tim ALBaSTa (Air, Listrik, Bangunan, Sound, dan Taman) di pondok . Gaya berbicaranya seperti Kakek-kakek umur 96 tahun yang di saat menjelang ajalnya akan berwasiat pada anak cucunya... “Cu... inget.... sawah disana... jangan... ohoek ohoek... dijadikan... lapangan tennis...”.

Orang ini telah mendapat gelar kehormatan “Pria Terautis of the Year” yang memang harus diakui dia sangatlah autis. Bahkan dia secara ilegal mendirikan organisasi bernama FKU yang berarti “Forum Koplak United”. Dia telah menularkan filososfi keautisannya di seluruh penjuru pondok. Bahkan Dodo dan Ega telah secara resmi masuk ke dalam FKU sebagai anggota tetap sekte sesat tersebut (dan satu lagi alasan kenapa gue harus melupakan Ega. Eh? Ega yang mana? :p). Perlahan tapi pasti, FKU mulai melebarkan sayapnya menembus setiap lapisan anak pondok. Berhati-hatilah kawan, waspadalah!!

Rendy

Pertama kali gue melihat Rendy, gue langsung teringat akan sosok Pok Nori (seandainya saja Rendy rela pake kerudung, maka benarlah teori gue). Tapi seiring waktu berjalan, sekarang Rendy jadi miri Oscar dalam film kartun Oscar Oasis. Ditambah gayanya yang dimirip-miripin dan suaranya yang agak ditekan, niscaya gue semakin yakin. Yah, Rendy memang memiliki tipe wajah yang tidak akan anda mau lihat saat anda sendirian di tengah hutan pada malam hari.

Hubban, pernah iseng mengedit foto Rendy pake photoshop yang awalnya seremnya biasa-biasa aja (dengan kata lain, memang serem), setelah diedit oleh Hubban dengan fitur badan Rendy jadi besar dan ijo (macam Hulk) ditambah dengan tanduk bulan sabit di atas kepalanya dan mata jadi merah membuat foto Rendy telah resmi menjadi Pengusir Dajjal paling efektif. Serius, serem banget. Apalagi ditambah dengan adegan film Avenger yang baru-baru ini Mansyur tonton, sehingga saat Mansyur bertemu Rendy, dia akan berkata "Rendy?!Smash!!". Lalu dia membayangkan Rendy mengamuk dan membesar menjadi Hulk ala Garut dan memporak porandakan pondok. Walaupun begitu, Rendy adalah pekerja keras di Tim Dapur dan dia memiliki kekuatan yang setara dengan komodo dewasa. Terbukti saat Rizal beradu gulat dengan Rendy, hasil akhirnya selalu Rendy yang menang dengan jurus akhisnya: "Jurus Tenaga Kambing Garut".

Taufik

Kesan pertama gue saat melihat Taufik adalah dia mirip Terminator. Jangan anda bayangkan Taufik mempunyai postur tubuh seperti Arnold Suasanaklenger yang berperan sebagai Terminator. Maksud gue adalah, gayanya yang sangat kaku mirip Terminator, atau bahkan mirip Gundam. Dengan dada membusung yang terlihat agak berlebihan dan ayunan tangan yang sangat kaku membuat gue sangat yakin: “Tampaknya Taufik menyimpan senjata laser dan misisl di sekujur tubuhnya”. Berasal dari daerah yang sama dengan Dodo yaitu Bogor Utara, membuat Dodo setiap kali melihat Taufik langsung bergumam “Ya Allah... Kenapa Ya Allah....”.

Taufik bisa dibilang merupakan salah satu anak yang paling ditindas di pondok, bahkan oleh orang yang dibawah umurnya. Dihina ngantukan lah, caper sama cewek lah, dan sebagainya. Tetapi, bukannya menghina, menurut gue itu semua karena tingkah dan cara dia berinteraksi yang agak aneh (serius deh Pik, ini dari lubuk hati gue yang terdalam). Bicara sama Taufik adalah hal yang melelahkan. Misalnya, dulu gue pernah bincang-bincang sama Ega dan Taufik. Di tengah pembicaraan Taufik menyela cerita gue dengan Ega dan berkata “Ooh gue tahu tuh!! Yang film perang itu kan?”. Gue terdiam. Ega terdiam. Bahkan Jangkrik pun terdiam. Setau gue topik yang kita bahas saat itu sangat melenceng jauh. Ega pun dengan spontan menyelamatkan suasana “Ooh! Iye!! He-eh! Yang film perang itu, Pik!! Bener!! Iya kan, Ji?” Ega menatap gue dengan penuh arti, gue hanya bisa jawab: “Errr.. iya.. He-eh...”. Mungkin karena itu juga, Ega adalah satu-satunya pawang terpercaya yang bisa menjinakkan Taufik.

Bagus

Bagus merupakan anak perhotelan saat dia SMK. Mungkin karena itu dia sangat expert dengan masalah makanan. Pernyataan ini punya dua arti, yang pertama Bagus sangat ahli memasak makanan, atau Bagus juga sangat celamitan meminta makanan. Seandainya di tengah acara pondok ada suara bungkus makanan ringan dibuka, kemungkinan besar Bagus duluan lah yang menghampiri asal suara tersebut. Yang bikin kesel adalah, terkadang Bagus minta tanpa bilang-bilang. Tapi akhir-akhir ini Bagus berusaha merubah kebiasaannya tersebut karena sering gue sindir (Nyiehehehhe). Dia juga memiliki skill aneh yaitu makanan yang sudah dia telan, bisa dia keluarkan lagi. Utuh. Menjijikan. Jadi gak heran kalau Bagus memiliki rekor menghabiskan sebungkus Gery Chocolatos terlama, yaitu setengah jam. Entah doyan atau ngirit. Bagus juga memiliki wajah yang entah kenapa membuat gue ingat dengan Mumi Firaun.

Bagus itu hampir sama seperti Taufik, yaitu memiliki sistem interaksi yang aneh. Bedanya, kalo Taufik itu aneh sama semua orang, sedangkan Bagus aneh hanya sama gue. Seandainya Bagus bertemu gue di tengah jalan, hal pertama yang dia lakukan adalah menepok-nepok beberapa bagian tubuh gue sehingga mengeluarkan nada yang mirip panggilan kawin Gorilla jantan. Saat berbicara dengan Bagus, dia akan mulai memainkan kulit leher gue, dan seandainya dia mulai kalah debat sama gue, dia akan memainkan dagu gue. Saat gue tanya apa alasan dia melakukan hal tersebut, dia menjawab “Gue seneng aja mainin orang gendut”. Lalu gue membayangkan apa yang akan terjadi jika gue gak ada, dan Bagus saat berjalan-jalan menemui Om-om gendut, kemudian dia langsung menghampiri orang tersebut dan menepok-nepok pundaknya “Oom, saya mainin bentar ya badannya...”. Well, siapapun Om tersebut, selamat deh ya....

Fadli

Fadli memiliki postur tubuh dan wajah mirip Nobita. Tetapi di balik wajah polosnya, tersimpan bulu dada yang tumbuh dengan liar. Seperti hutan toge di Kalimantan (emang ada?), bulu dada Fadli tumbuh dengan merambati sekujur tubuhnya. Bahkan ada isu mengatakan bahwa bulu dada Fadli itu hidup.. ya hidup, HIDUP!! (Histeris) Mungkin sistem pertahan tubuh Fadli adalah dengan merubah bulu dadanya menjadi cambuk. Mengerikan.

Fadli orangnya agak cadel. Maka beruntunglah dia di namanya ga ada huruf “R”, gak seperti temen gue di SMA yang juga cadel tapi namanya Rendy (engga, yang ini wajahnya ga kayak Oscar). Sehingga, saat dia perkenalan diri, dia mengatakan “Hai, nama gue Khheendyy...”. Yang jadi masalah adalah, Fadli sangat suka garam. Saat makan bareng, dia pasti akan berkata “Ahh, gak asin. Gakhhem donk, gakkhhemm!!” Lalu gue berkata “Garem maksud lo?”. Fadli kesel, “Ahh, iya dah, tekhhsekhhah (terserah)”.

Nusman

Nusman adalah Juara Bertahan pemegang gelar “Wajah Tua Top Collection 2013”. Tampangnya memang terlihat seperti berumur 25-30 tahun, padahal dia setara sama gue. Jadi tidak salah kalo Nusman dibilang wajah paling tua di pondok (Miko tidak masuk hitungan wajah tua, karena Miko wajahnya tidak menunjukan umurnya yang tua, tapi menyiratkan zaman pra-sejarah saat spesies dia eksis). Sebagai mantan Pasus (Pasukan Khusus/ Keamanan), membuat masih tersisa ketegasan dalam dirinya, tapi dia tetep aja koplak.

Nusman juga ahli bicara cepet seperti gue, bedanya dia cepet tapi jelas, sedangkan gue kadang-kadang sulit ditangkap telinga karena terdengar seperti laler kawin. Bedanya lagi, Nusman relatif menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pokoknya. Sehingga, saat Nusman ngomong bahasa daerah, hal yang bisa telinga gue tangkep adalah “&^*&%^%(@#^$)(&!#%*%, kan? Ya gak?” Gue cuma bisa jawab: “Err, he-eh. He-eh banget! Aing Mah Teu Nyaho...!!”. Dia juga memiliki suara tertawa yang khas. Satu hal lagi, saat pertama gue melihat Nusman, sosok Tata Dado mulai terbayang di otak gue. Dan itu. Sangat. Aneh.

Waris

Waris adalah ketua Pasus di Ponpes Nurul Iman. Walaupun begitu, ga tau kenapa Waris nyaris ga ada wibawanya sebagai ketua, bahkan sebagai Pasus. Menjadi anak seorang guru di Pondok bukan jaminan ternyata. Walaupun begitu, Waris termasuk orang yang enak di ajak ngomong. Dia juga orang yang sangat perhatian saat gue iseng diam selama satu hari penuh di pondok “Oji kenapa? Ada masalah ya? Udah gapapa, ga usah dipikirin...” Gue hanya terkekeh dalam hati “Yesss, satu orang lagi kena tipu...”

Waris memiliki suara yang serak-serak becek. Saat dia baca Al-Quran, setidaknya dia akan mendehem satu kali. Entah kenapa, karena suara itu gue jadi membayangkan suara narasumber yang disamarkan saat wawancara Reportase Investigasi. “Yaaa gimana ya mas, awalnya sih saya cuma coba-coba mencampur ban dalam dengan batagor biar kenyalnya asli. Pertama saya takut, tapi ternyata enak juga... Sampai saat ini sih belum ada yang komplain, mas...”. Waris juga merupakan ahli dzikir. Hampir setiap kali gue melihat dia menggumamkan dzikir dan memainkan jarinya. Gue juga ga yakin dia menggumamkan dzikir, atau dia bergumam “Ya Allah... Laper ya Allah.... Laper...”

Yuki

Yuki merupakan anak PM. Wajahnya sangat identik dengan Hubban, padahal ga ada hubungan darah (Ya walaupun, sama-sama keturunan Nabi Adam, tapi itu ga masuk perhitungan). Gaya rambutnya, senyumnya sangat mirip. Bedanya, menurut gue Yuki lebih ganteng daripada Hubban (tengok kiri kanan, takut dibacok Hubban dari belakang). Yuki juga merupakan salah satu pendekar bela diri. Gue jadi agak hati-hati ngomong sama dia. Salah-salah gue bakal ditendang samping, dibanting dan diberi finishing Smack-an ala Eddie Guerrero. Mampus gue.

Yuki punya tipe suara yang unik. Suaranya kayak suara seseorang berbicara di mikrofon. Setiap kali Yuki bicara, gue membayangkan suara orang jual bacang saat pagi-pagi lewat naek motor di rumah gue  “Bacang bacang... nasi uduk.. nasi kuning... ayo bu, bacang bacang, yang gak beli saya cincang.....” Psikopat. Atau seperti orang yang jual perabot dengan mobil bak “Parabot parabot... boleh bu, parabot... ada baskom, ada wajan, yang ga beli saya tabrak.. ayok ayok parabot...”. Sama psikopatnya. Yuki suka memanggil gue dengan julukan “Beo”, karena katanya gue mirip Beo di Pondok Gede. Whaow, pasti Beo itu ganteng banget ya.... (Tetep, ge-er masih jalan..)

Remal

Remal adalah orang terhormat yang mendapat gelar “Hokage” di pondok. Gelar itu didapatkan hanya bagi yang telah lama di pondok. Remal sendiri telah menetap di pondok kurang lebih 2 tahun. Bisa dibilang, Remal adalah “sesepuh” di pondok. “Jika anda tersesat, tenang saja!! Tanyalah pada Remal!! Jika anda ingin tahu dimana tempat nongkrong yang nyaman, tenang saja!! Ada Remal yang siap membantu!! Jika anda belum dapat kiriman bulan ini, tenang saja!! Ada.., Lho? Mana Remal?!”

Remal adalah orang pondok pertama yang ngajak gue ngomong. Dan itu bukanlah kenangan manis. Kenapa? Karena itulah pertama kali dia ngerjain gue. Awalnya dia menghampiri gue di dapur, lalu dia membuka pembicaraan “Eh, Oji ya? Masih inget gue engga? Gue kan temen SMP lo.. masa engga inget?”. Berkat pernyataan dia tersebut, gue berpikir selama seminggu apakah benar dia temen SMP gue? Kok gue gak inget ya?. Semenjak itu, selama seminggu setiap kali gue ketemu Remal, dia berkata “Gimana? Udah inget belon?”. Gue lalu mulai mengingat-ingat lagi. Akhirnya gue sadar bahwa Remal memang bukan temen SMP gue. Dan gue masih ga tau siapa narasumber yang membeberkan nama gue. Yeah, permainan psikologi yang mengerikan. Gue merasa idiot.

Mukhlis

Orangnya agak gendut, hampir sama kaya gue (dan tetep gue lebih tampan). Bedanya dia keliatan gendut karena tulangnya gede, sedangkan gue karena lemak yang selama ini gue timbun. Mukhlis sering tiba-tiba menghampiri gue dan mulai memainkan perut gue. Berbeda dengan Bagus, Mukhlis melakukan ini hanya untuk maen-maen, sedangkan Bagus seperti sedang berinteraksi model primitif. Kadang-kadang gue suka bete kalo dia udah maenin perut gue seakan-akan gue mengandung anaknya. Kalo udah gitu, dia pasti udah ngerengek-rengek sambil bibirnya melintir-lintir.

Mukhlis ini juga tipe orang yang blak-blakan. Kalo ada yang salah, ya dia bilang salah. Kalo menurut dia Miko mukanya serem (dan mayoritas anak pondok setuju), ya dia akan bilang wajah Miko mirip buaya. Kalo menurut dia Miko bau (dan ini masih dapat persetujuan dari mayoritas anak pondok), ya dia akan bilang bau badan Miko macam bangkai simpanse. Berkat sikapnya tersebut, Mukhlis masih menjadi rival Miko dalam hal hina menghina. Dan terkadang Mukhlis yang menang, karena kelemahan Miko adalah gak bisa membalas hinaan orang dengan fasih, baik, dan benar. Di sisi lain, Miko memang selalu jadi bahan hinaan paling empuk bagi anak-anak pondok. Wajahnya yang ganas tidak membuat siswa gentar. Sebentar, kok jadi ngebahas Miko?

Adin

Adin  adalah seorang mantan Pasus, yang bisa dibilang, selalu mengekspos pose kejantanannya ke sepenjuru pondok. Tangannya berotot, kakinya berotot bahkan bibirnya berotot (dengan kata lain, tebal dan seksi, bung). Entah karena logat bataknya yang kental atau apa, saat Adin bicara sulit dibedakan apakah dia sedang bercanda atau marah. Sayangnya, suara Adin berubah drastis menjadi suara personil CherryBelle saat dia baca Al-Quran. Entah menghayati atau efek  samping.

Adin terkadang sering bergaul dengan Ega. Walaupun dibilang bergaul, tapi Ega lebih tampak sebagai pemeran pembantu daripada seorang teman sepergaulan yang siap digauli (Kayaknya ada yang salah dengan kalimat ini..). Sehingga, Ega jadi kena imbasnya. Ega akhirnya jadi dijuluki Budak Mukatab (Budak yang membeli kemerdekaanya sendiri di zaman Nabi, dengan cara menyicil pada majikan). Tapi, Ega lebih tertarik dengan julukan “Gangster” karena dia memiliki backing-an Adin. Akhirnya julukannya difusion jadi “Gangster Mukatab”, seorang gangster pelarian yang berusaha kembali ke jalan yang benar dengan membayar pada bos mafianya. Agak konyol juga kalo setiap hari Ega bakal ngredit biaya kemerdekaannya. “Bang, ini choki-choki sebagai biaya hari ini. Masih fresh bang, hasil dari malak anak komplek...”. Ironis.

Boy

Anda pernah liat acara Tawa Sutra di ANTV? Pernah liat Budi Anduk? Kalo pernah maka anda pasti akan sangat familiar dengan orang satu ini. Ya, dia mirip Budi Anduk. Sangat mirip. Dari tekstur wajahnya yang seperti ikan asin digilas truk tinja, sampai gaya ketawanya dengan mulut membuka lebar tapi ga ada suaranya. Tapi hanya kurang satu, yaitu gaya rambutnya beda. Rambut Budi Anduk yang asli keriting, sedangkan Boy rambutnya jigrak, kayak landak dilanda musim kawin. Sering pake baju oranye bertuliskan “I Love Batam”. Ya, Batam adalah daerah asalnya. Entah kenapa setiap kali dia pake baju itu, gue ingin berinisiatif pakai baju yang bertuliskan “Batam Doesn’t Love You”.

Boy adalah orang paling sering dihina anak pondok. Oke, koreksi. Boy adalah orang yang paling sering dihina oleh gue. Ya, gue akui gue sangat sering menghina Boy. Seperti sudah menjadi agenda wajib setiap kali gue bertemu Boy, gue harus menghinanya. Dan gue tidak menyesal sampai saat ini, entah kenapa (sadis). Sebagai contoh saat ada pembacaan peraturan tentang larangan berhubungan dengan lain jenis. Boy nyeletuk “Kalo gue mah emang ga pacaran”. Kalimat tersebut diproses otak gue dengan sangat cepat, sehingga sebelum gue menyadarinya bibir gue sudah berbicara “Kayak ada yang mau sama elu aja, gitu...”. JLEEEBB. Krik krik krik. Reaksi Boy menanggapi argumen gue tampaknya biasa aja, tapi yang miris adalah Mansyur yang mendengarnya. Tampang Mansyur langsung sayu, ngelus-ngelus dada sambil nyanyi lagu sedih. Seakan-akan hatinya Mansyur lagi dicolek-colek pake celurit. Sayup-sayup suara biola mini SpongeBob terdengar. Ngenes amat. Dan gue sangat menikmatinya (Dobel sadis kuadrat).

Dodo

Lah?? Kok Dodo lagi?! Udah, gantian lah!!

Indra

Indra sebenernya umurnya lebih tua daripada penampilannya. Dari luar, Indra mirip cewek kelas 2 SMP baru puber berumur sekitar 14 tahun, padahal umur aslinya kurang lebih 17 tahun. Indra, seperti yang gue bilang sebelumnya, memang wajahnya mirip cewek. Jika anda bisa membayangkan wajah Indy Barendz terjebak dalam sosok anak kecil, maka anda bisa dapat gambarannya. Pernah sekali waktu Indra iseng pake kerudung, walhasil Indra sangat mirip cewek. Mungkin bagi sebagian besar cowok yang sudah haus pengen kawin, itu merupakan hiburan tersendiri.

Indra memiliki rasa “suka” pada seorang betina di pondok (engga, yang gue maksud manusia, bukan tupai). Lebih tepatnya, disebut “obsesi berlebihan”. Bagaimana enggak, setiap kali dia melihat betina tersebut (sekali lagi, yang gue maksud manusia bukan jangkrik) dia bakal kegirangan sendiri. Bibirnya tersenyum lebar, suaranya jadi lebih tinggi dari biasanya, wajahnya penuh make-up, terus dia mangkal di lampu merah. Memang, itu bisa dibilang reaksi “normal” laki yang menyimpan rasa pada orang lain (kecuali dua yang terakhir, itu agak imajinatif). Tapi, dalam kasus Indra ini beda. Sebagai contoh, saat itu gue lagi jaga kantor, lalu betina tersebut (oke, kayanya ga usah gue kasih tau lagi) muncul dan menawarkan susu kental manis coklat kepada gue. Berhubung rejeki (lebih tepatnya, kalap) gue ambil 3 sachet. Indra yang saat itu ada di situ langsung menghampiri gue dengan senyum-senyum najong. Berhubung gue tahu maksudnya, maka gue berikan satu sachet padanya. Indra girang, dicium-cium lah sachet susu kental manis tersebut, lalu dia jadikan berhala. Ekstrim.

Zaid

Zaid adalah orang yang memegang prinsip “Talk Less, Do More” (bicara sedikit, kerja banyak). Oleh karena itu, dia dipercayakan sebagai salah satu tim ALBaSTa (Air, Listrik, Bangunan, Sound, Taman). Jadi gak salah kalo gue menjuluki dia orang yang serba bisa. Jika kita ingin kipas angin kembali beroperasi, kemana kita pergi? Zaiiid!! Jika kita ingin mengalihfungsikan kulkas menjadi Transformer, kemana kita menuju? Zaiiid!! Jika kita ingin pergi ke gunung tertinggi, kepada siapa kita bertanya? Petaaa!!! Karena peta tak pernah salah.

Walaupun dia orang yang jarang bicara, ga menutup kemungkinan Zaid juga memiliki naluri seperti halnya laki-laki normal. Sebagai contoh, dia pernah ngobrol sama gue. Kurang lebih percakapannya seperti ini:
Zaid: “Ji, lu tahu ga tadi gue kan abis ganti lampu di Astri (Asrama Putri)”
Gue: “He-eh, trus kenapa?” (ga begitu tertarik)
Zaid: “Iya, gue kan ganti lampu di lantai 2 tuh, masuk ke kamar cewek.”
Gue: “Mmm-hmmm, terus?” (masih ga tertarik)
Zaid: “Begitu gue iseng liat kiri kanan, gue liat setumpuk kancut, Ji!!”
Gue: “Whoaaw!! Serius luh?!” (Excited banget)
Untungnya Zaid bukanlah tipe cowok maniak, sehingga dia tidak ada ide gila untuk membawa “oleh-oleh” dari sana.

Yaskur

Yaskur adalah partner Zaid dalam tim ALBaSTa. Seperti Tsubasa dan Misaki, atau Doraemon dan Nobita mereka saling bahu-membahu dalam membantu kelancaran acara pondok. Bahkan mereka satu kamar. Terkadang, saat gue mampir ke kamar mereka, gue banyak menemukan kejanggalan. Saat gue membuka pintunya, terkadang setidaknya ada salah satu dari Yaskur atau Zaid sedang telanjang dada. Gue menatap mereka dalam-dalam.Sunyi. Berusaha pengertian, akhirnya gue kembali menutup pintu. Mungkin mereka sedang tidak mau “diganggu” (mhuahahahha). Akhir-akhir ini mereka sering memaksa gue untuk mampir ke kamar mereka, gue langsung sungkan. Atau takut mungkin. :p

Yaskur memiliki tipe wajah teler, selalu berwajah ngantuk. Jelas saja, karena setiap Tim ALBaSTa harus siap dituntut kerja begadang. Mungkin karena itu, tim ALBaSTa diberi kemurahan untuk tidak ikut piket pagi. Tapi, karena kemurahan itu juga gue sering nyindir mereka “Huh, apa itu Tim ALBaSTa? Udah ga piket pagi, kalau ngaji ijin melulu. Alasannya ada kerjaan... apa-apaan itu? Bikin malu keluarga!!” Setelah itu gue langsung dikejar-kejar mereka. Gue ngacir. Mungkin karena shift kerja yang padat, Yaskur banyak memiliki ide gila. Sebagai contoh, dia mengoplos Big Cola untuk diminum bareng-bareng. Berbeda dengan Miko yang mengoplos kopi dengan bahan yang bisa dikonsumsi (walaupun hasilnya sangat tak lazim), Yaskur mengoplos Big Cola dengan berbagai bahan kimia. Sebut saja belasan butir CTM (obat alergi), Amoksilin/Amoxsicilin (antibiotik), bahkan beberapa tetes Minyak Angin Cap Kapak. Jadilah ramuan arsenik ekonomis. Gue ga mengerti selera mereka. Dan yang lebih gue ga mengerti, dia masih bisa hidup sampe sekarang.

Hizam

Hizam juga termasuk tim ALBaSTa, tapi lebih dispesialisasikan ke Tim Sound. Berasal dari Sulawesi, dan memiliki ukuran kaki yang cukup besar. Gue nyebayangin seandainya gue diinjek-injek sama kaki tersebut, mungkin gue akan mejret sampai mengeluarkan usus dari hidung. Dulu dia berambut keriting ikal, tapi semenjak dia menggunakan Makarizo (produk pelurus rambut), rambut dia jadi lurus seperti benang layangan. Sejak itu, gue memanggil dia “ Makarizo Man”. Perhatian, ini bukanlah iklan, dan saya tidak dibayar terhadap pernyataan di atas. Produk bisa didapatkan di toko terdekat, baterai dijual terpisah. (Lho?)

Sebagai Tim Sound, Hizam cukup expert di bidangnya. Terutama setiap hari Jum’at, dia pagi-pagi sudah menyiapkan speaker untuk senam. Dia sering mengutak-atik lagu senam sesuai seleranya. Terakhir kali, dia mengganti dengan lagunya Gustavo Lima – Balada Boa / Tche tche re re. Mungkin karena suka, atau terobsesi, dia sangat suka dengan lagu ini (well, gue akui gue juga suka pertama kali denger, tapi ga seheboh itu). Sehingga, hampir setiap kali gue temui Hizam, dia sedang bersenandung lagu ini “Yeah, Oji kemana aja? Yeah, tche tche re re tche tche tche re re tche tche... Gustavo Lima e voce!! Yeah!!”. Hebring. Yang patut diwaspadai dari Hizam adalah, kadang-kadang dia berubah menjadi liar saat lagi senam di sela bagian gaya bebas. Dia bakal seruduk kanan kiri tanpa pandang bulu (Ya gue juga males sih liat bulu-bulu orang lain, tapi bukan itu maksud gue). Orang lain bilang, itu gaya “mosing”. Gue bilang, itu gaya “Badak Ngamuk Kebelet Kawin”.

Nasrul

Dipanggil dengan nama gaulnya, yaitu Acung. Tapi saat pertama kali dia datang ke pondok dijuluki dengan sebutan Jarjit dari kartun Upin-Ipin. Sebenernya gak salah dia dipanggil seperti itu, terlebih lagi dengan gaya rambutnya yang gue juluki “Jambul Tsunami” karena mirip ombak, ditambah dengan wajahnya yang memadai kriteria seorang “Jarjit”. Bibir tebal, kulit kecoklatan. Tinggal dia pake gaya Jarjit yang bicara seperti pantun, maka dia bakal terpilih jadi action figure seorang Jarjit. “Dua tiga bulu ayam, cari saja sampai malam!! Huahaha, faboulus, faboulus!!”. Sebagai anak seorang penjual Ayam Goreng, dia akan selalu diincar anak pondok setiap kali dia baru balik dari rumah. Mereka berharap daging, Bung! Daging!!!

Nasrul juga sangat rentan dengan hal yang berbau keluarga. Contohnya, Mansyur sebagai teman satu daerah pernah membangunkan Acung dengan agak sungkan untuk mengikuti acara pondok. Karena ga bangun-bangun (Ya, Acung termasuk golongan Kebo yang sangat susah di bangunkan. Perlu seperangkat alat perata aspal untuk membangunkannya), Mansyur pun berkata “Cung, ayok Cung bangun. Sia-sia lo mondok kalo gini. Cung bangun, Cung! Inget keluarga lu di rumah, Cung”. Seketika itu juga Acung langsung menyerah dan mencoba bangun. Semenjak itu, setiap kali gue beradu argumen dengan Acung, gue akan berkata “Cung, ga boleh gitu... Inget di rumah lu ada Bapak lu kerja keras banting tulang (mungkin bapaknya pegulat atau apa)... Inget di rumah lu ada Ibu lu lagi masak sayur asem (kenapa juga harus sayur asem?) yang menunggu di rumah... Bayangkan Cung, bayangkan...”. Setelah itu Acung akan serta merta menjawab “Aaaah, kampret lu, Ji!! Gue jadi kangen rumah gue kan!!” Sambil mewek. Lucu juga.

Yogi

Yogi dijuluki dengan nama Naruto bukan tanpa alasan. Dengan rambut jabriknya, dia sangat pantas dijuluki Yogi Uzumaki. Terkadang gue mengkhayalkan, mungkinkah dia menyimpan siluman dalam tubuhnya seperti Naruto? Maksud gue, mungkin gak sih Miko disegel di tubuhnya? (Lha? Miko emang siluman?). Kadang-kadang Yogi juga sering ilang tanpa jejak. Mungkin memang ada darah Ninja yang mengalir dalam tubuhnya. (Engga, maksud gue Ninja dalam bentuk orang, bukan motor. Kayanya gak mungkin ada oli mengalir di tubuhnya)

Jujur, gue ga tahu kenapa ada nafsu aneh terhadap Yogi. (Jika anda membayangkan nafsu birahi seorang janda kembang, anda salah besar). Gue tanpa tahu sebabnya kalo lihat Yogi, bawaanya pengen gaplok. Ga tahu kenapa. Rasanya pengen gue giles aja gitu, tapi ga tahu kenapa. Dan untungnya, akal sehat gue masih jalan tidak mengikuti nafsu liar gue. Gue gak mau menghabiskan masa muda di teralis besi, bung. Kalau kasus Boy, beda lagi. Penyiksaan secara verbal terasa lebih menyenangkan, tanpa resiko yang berlebihan (satu lagi alasan pembenaran gue atas hinaan yang gue timpakan pada Boy). Yogi memiliki wajah yang sangat berminyak. Mungkin kalo seandainya gue bakal kepalanya dan gue masak telor ceplok di wajahnya, mungkin cepet mateng.

Guntur

Saat namanya disebut, langit pun menggelegar “Doooeeerr”. Ya, dia adalah Kau-Tahu-Siapa, yang namanya tak boleh disebut (Emang Voldemort?). Guntur bisa dibilang cowo yang memiliki paras artis korea. Engga, wajahnya engga mirip Gangnam, serius. Dia itu mirip artis korea yang riwayatnya dulu saat SMA culun dan bergelar “Lika Liku Laki-Laki Tak Laku-Laku”, tapi akhirnya di make over sama Ivan Gunawan, dibimbing konseling oleh Kak Seto dan dioperasi oleh Dokter Boyke. Maka jadilah Guntur. Keren. Walaupun gue juga ga bisa membayangkan jika Ivan Gunawan, Kak Seto, dan Dokter Boyke berkolaborasi jadi apa. Mungkin jadilah “Waria Homo Pedofil Bertegangan Tinggi”. Jangan sampai makhluk itu lepas di masyarakat.

Ciri khas dari Guntur adalah saat dia membaca Al-Quran. Nada yang dia pakai mengundang tangis. Bukan karena bikin kuping berdarah, tapi nadanya naik turun melambai-lambai badai (definisi yang sangat jelas bukan). Sehingga saat Guntur baca, gue spontan memainkan partitur nada dalam instrumen biola mini Mr. Crab. “Ngiik ngik ngiingiingingii ngii ngiiik”. Guntur juga memiliki alis yang tebal seperti Rock Lee di Naruto. Jika dalam komiknya Naruto dan Rock Lee bersaing, mungkin ga sih Yogi dan Guntur bersaing? Antara alis tebal dan rambut jabrik, siapakah yang menang? Jadilah, alis jabrik... Karena di unsur nama aslinya ada kata “Tiara”, Guntur beberapa lama pernah dipanggil dengan sebutan tersebut. Agak canggung juga sih memanggilnya kaya gitu, seakan-akan gue ingin nyarter seseorang dari Taman Lawang “Tiara.. Tiaraaa.. kamu dimana?”

Lukman

Lukman juga orang yang kekar seperti Adin, bedanya Lukman ga terlalu mengekspos kelebihan ototnya tersebut. Setiap dia pake baju, pasti ketat. Seperti Hulk yang abis minum Hi-Lo, ototnya tumbuh dengan liar. Ditambah dengan dadanya yang bisa disetel dalam mode vibrate, alias mode getar. Namun sekali lagi, sayangnya suaranya gak terlalu mendukung postur tubuhnya. Suaranya cempreng-cempreng imut. Ga tahu kenapa, setiap ada orang kekar yang gue temui memiliki kelainan di suaranya. Tapi aneh juga sih, kalo ternyata Ade Rai menjadi pengisi suara Spongebob.

Lukman secara tidak resmi gue juluki dengan nama “Abu Khurairoh” yang berarti Bapaknya Kucing. Engga, dia ga punya anak haram dari kucing liar. Maksud gue adalah, dia adalah orang yang sangat perhatian dengan kucing. Bahkan melebihi batas yang bisa ditolerir. Setiap dalam kelas, dan Lukman melihat kucing dia akan merayu-rayu kucing tersebut mendekatinya. Setelah berhasil, Lukman akan menaruh kucing itu di pangkuannya, mengelusnya, menggelitikinya, kemudian memuaskannya (anda bisa bayangkan seperti apa). Ini jelas ada yang salah.

Rico

Rico kalo boleh gue bilang adalah orang dewasa yang terperangkap dalam tubuh anak kecil. Meskipun dia tidak berwujud seperti Ucok Baba (dan jelas tidak memenuhi harapan anda). Rico adalah orang yang pemikirannya kelewat dewasa. Dia seperti seorang bocah yang telah menjadi pria, baik sisi positif maupun negatif. Positifnya, kalo Rico bisa diajak ngomong serius (walau topiknya tidak penting seperti “Apakah warna celana dalam favorit Obama?”). Sisi negatifnya adalah, seperti yang anda semua tahu bahwa pria dewasa normal memiliki ketertarikan berlebih dengan lawan jenisnya. Well, gue ga bisa menyalahkan itu, bung. Itu sudah menjadi seleksi alam. (ngeles mode: on)

Rico pernah terkena keracunan obat, sehingga tubuhnya pernah mengalami pembengkakan serius. Pipinya yang dulu agak chubby menggencet mukanya, sehingga porsi pipinya lebih banyak daripada wajahnya. Badannya yang dulu kurus proporsional, jadi seperti Bo Bo Ho kecanduan Curcuma Plus. Sehingga tidak salah kalau dulu dia dihina dengan sebutan “uget-uget”, karena postur tubuhnya memang sekilas mirip jentik-jentik nyamuk di bak kamar mandi. Selang berapa lama, dia diberi julukan lain dengan nama “Kodok”. Emang sih, agak sadis. Yah, seengganya meningkat dari uget-uget menjadi kodok, jangan terlalu dipikirkan (walaupun menurut gue ini sama sekali ga bisa menghibur).

Idris

Idris adalah seorang anak pondok yang logat daerahnya lumayan kental. Seperti mi instan yang direbus kelamaan, cara Idris berbicara sangat medhok. Ciri-ciri fisiknya adalah rambutnya agak keriting, dan giginya sedikit tonggos. Mungkin tepatnya bukan tonggos, tapi gak rata. Ga tahu kenapa gigi Idris tampak kaya gitu di mata gue. Mungkin dia abis ngunyah aspal trus lupa kumur-kumur pake Listerine. Kebanyakan orang mendefinisikan gigi sensitif yaitu dengan rasa ngilu yang tajam, dan sesaat. Sebentar, kayanya salah iklan...

Idris dijuluki oleh sebagian besar dengan nama “Berang-berang”, dan gue ga tahu sebabnya. Seinget gue Idris ga ada tuh hobi bikin bendungan di sebuah sungai layaknya berang-berang. Serius deh, gue semakin gak mengerti cara seseorang memberikan nama julukan kepada orang lain. Mungkin aja ada orang yang namanya keren seperti “Flavianus”, tapi dipanggil teman-temannya “Anus” (dan itu memang pernah terjadi), tapi dari Idris ke berang-berang? Apa korelasinya? Lain halnya kalo Miko dihina seperti buaya atau reptil, itu tidak jadi soal karena  seperti yang telah kita pelajari dalam Biologi dan PPKn bahwa ada beberapa kesamaan antara Miko dengan spesies tersebut. Apa hubungannya dengan PKn? Ga tau. Kenapa ke Miko lagi? Terserah gue. Gue yang nulis gini, masalah buat eloh? Tapi, kan lu ngetik bukan nulis.... AARRGHHH!!! *berantem sama tangan sendiri*

Ahyar

Dari info yang gue tau, Ahyar adalah pengganti Hubban sebagai sekretariat partner Aziz. Mungkin juga menjadi pengganti Hubban sebagai pemuas nafsu Aziz, entahlah. Sedangkan berdasarkan pengalaman yang gue lihat, skretariat itu kerjanya lumayan santai, megang duit trus itung. Yang puyeng adalah pas akhir bulan, setiap anggota sekretariat akan terlihat seperti zombie insomnia kebanyakan kafein. Gue pengen liat, gimana nanti reaksi Ahyar saat menjadi sekretariat. Apakah dia puyeng dengan pekerjaannya, atau menikmati “waktu bersama” dengan Aziz dalam satu kamar yang terisolasi? Hmmm...

Ahyar gue juluki sebagai Pinokio, karena (bukannya menghina ciptaan-Nya) hidungnya yang unik. Walaupun ada beberapa orang yang memiliki hidung unik di pondok seperti Dodo yang hampir 85% hidungnya tak bertulang, tapi Ahyar beda. Hidungnya memilku kontur seperti paruh burung, sekilas terlihat seperti gagak. Mungkinkah jika Ahyar berbohong hidungnya akan memanjang? Kalau iya, lalu bagaimana jika Ahyar mengatakan “Lihat! Hidungku akan memanjang sekarang!”. Jika benar hidungnya memanjang, berarti Ahyar berkata benar, tapi jika dia berkata benar kenapa hidungnya memanjang? Jika hidungnya tidak memanjang, maka Ahyar berbohong, tapi jika Ahyar berbohong kenapa hidungnya tidak memanjang? Bingung? Puyeng? Solusinya, Ahyar bukanlah Pinokio, dan Pinokio bukanlah seorang peramal.

Aang

Namanya adalah Aang (baca: e-eng). Dia adalah seekor kucing. Ya, kucing. Dia adalah kucing yang telah resmi menjadi “penerobos” acara pondok. Bahkan Dodo pernah ketiduran, lalu akhirnya dibangunkan oleh Aang. Keren juga kan? Semua berawal dari saat Aang kecil, dia sering nongkrong di dapur menunggu sisa makanan. Akhirnya dia dirawat oleh anak-anak pondok (terutama oleh Lukman), dia sudah sangat akrab dengan anak-anak pondok. Kenapa dia diberi nama Aang? Anda pasti tau ada beberapa orang yang menamai nama hewan peliharaan mereka dengan nama yang sesuai dengan suara yang mereka keluarkan. Seperti kucing namanya “Meong”, atau anjing “si Guguk” atau kelinci... atau kelinci.... err... kelinci suaranya kaya gimana? Anyway, jadi sesuai dengan teori di atas, Aang diberi nama begitu karena cara dia mengeong. Iya, dia ngeongnya kayak “Aaaang... aaaaangg”. Jadi kucing aja suaranya fals. Sebagai kucing, dia gagal.

Aang sangat disayang oleh anak-anak pondok. Sering dielus, diperhatiin, plus dianiaya. Dianiaya kayak gimana? Yah, Aang sudah sangat sering dilecehkan harga dirinya oleh anak-anak pondok. Mereka iseng memainkan “itu”nya Aang. Bahkan sampai sekarang Aang ga pernah dapat betina. Udah jadi kucing fals, sering dilecehkan, ga laku-laku pula. Sebagai kucing, dia dobel gagal kuadrat.


Well, mungkin sampai situ dulu kali ya. Mohon maaf bagi yang gue definisikan agak melebihi batas. Juga mohon maaf dengan beberapa orang yang tidak sempat gue bikin catatannya. Janganlah ada berpikiran “Kenapa nama gue ga ada? Masa’ gue aja kalah sama kucing?” (yah, ada benernya juga sih). Tapi gue bener-bener sudah berusaha semaksimal mungkin. Semoga dengan ini kita bisa semakin mempererat tali persaudaraan kita. Seperti dalam lirik lagu Project-pop: “Kamu sangat berarti, istimewa di hati, selamanya rasa ini... Jika tua nanti kita t’lah hidup masing-masing, ingatlah hari ini....”.

3 komentar:

  1. wkwkkw..like like... kocak+konyol....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih ada beberapa orang yang lupa gue masukin... siake...

      Hapus
  2. Kalau arti nama zildjian apa?

    BalasHapus